Yatim adalah sebutan untuk anak yang ditinggal mati oleh ayahnya. Sedangkan piatu adalah sebutan untuk anak yang ditinggal mati ibunya. Status yatim atau piatu ini akan terus disandang si anak sampai ia melewati usia dewasa, untuk anak laki-laki dewasa artinya setelah ia mengalami mimpi basah, sedangkan untuk anak perempuan dianggap dewasa setelah ia mengalami menstruasi. Kehilangan ayah atau ibu bagi orang dewasa adalah sebuah duka, apalagi untuk anak kecil. Bermain bersama ayah, berjalan bergandengan tangan bersama ayah menjadi hal sederhana yang tak bisa lagi dilakukan. Sedangkan ibu, perempuan yang melindungi mereka dari segala amuk dan marabahaya, juga sudah tidak lagi menemani karena sudah tutup usia.

A day with yatim adalah sebuah acara yang diprakarsai oleh Relawan Cibinong (RB), A Day with Yatim adalah kegiatan bersama adik-adik yatim, piatu, dan dhuafa, yang biasa mereka sebut adik langit. A day with yatim yang pertama ini akan dilaksanakan pada Sabtu-Minggu, 6-7 April 2019, di Camp Hulu Cai, Ciawi, Bogor. Ya, kami menghabiskan malam Minggu dengan 50 adik-adik langit ini, namun tidak di rumah. Mereka diajak bersenang-senang seperti: mengambar, menanam sayuran, bercocok tanam dengan hidroponik, mewarnai kipas, bermain tanah liat, mendengarkan dongeng, lomba perahu, dan lain sebagainya.

Tujuan A Day With Yatim

A day with yatim dilakukan guna membangun rasa senang, dan percaya diri  pada anak. Inner child pada masa anak-anak akan sangat berpengaruh kepada kehidupan mendatang. Banyak dari mereka yang kehilangan ayah atau ibu sering merasa minder, depresi dan cenderung kurang percaya diri dalam pergaulannya. Nah, untuk itu Relawan Cibinong (RB) berkolaborasi dengan 11 sponsor, 7 komunitas, dan 8 media partner dalam rangka  mengukir sesungging senyum di bibir adik-adik langit.

Peserta termuda adalah Aulia (4 tahun), Aulia masih sekolah di PAUD, Aulia senang sekali digendong dan bermain dengan kakak-kakak relawan. Adik langit lainnya yang paling populer di Camp Hulu Cai ini adalah Kahfi (10 tahun), ayahnya sudah meninggal dan ibunya juga sudah tiada. Kahfi tinggal bersama kakeknya, beliau bekerja sebagai juru parkir di Taman Situ Plaza, Cibinong. Kahfi pernah bercerita kepada salah seorang kakak relawan Cibinong, “Kak, aku belum pernah makan fried chiken, rasanya gimana sih Kak?” tanya Kahfi polos.

A Day with Yatim bertujuan menghibur, mengusir kemurungan adik-adik dari langit ini karena pikiran yang senang akan membawa kepada kreativitas, rasa optimis, dan percaya diri, serta hati yang gembira menurut sebuah penelitian dapat menguatkan tulang. Acara A Day with Yatim dan sejenisnya rencananya akan dilaksanakan secara berkesinambungan setiap 6 bulan atau setahun sekali.

A Day with Yatim di Camp Hulu Cai : Berpacu Membahagiakan Adik Langit
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *