Saung Nyerat merupakan ajang berbagi ilmu, tips, dan cerita seputar dunia menulis yang rutin disiarkan di Radio Sipatahunan 89.4 FM setiap Minggu pukul 16.00 WIB s/d 17.00 WIB. Untuk Saung Nyerat edisi 29 Mei 2011, topik yang dibahas adalah tentang komunitas hewan. Dengan narasumber Ibu Dokter Narti Daroendio dari PHDI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) yang juga merupakan dokter di DNA Animal Clinic dan Kang Reza dari komunitas peduli kucing, acara dipandu oleh mbak Echa,  Gioveny atau yang lebih akrab dipanggil Phenyukerooo dan Ima.

Berawal dari kesamaan hobby, dari rasa kasih sayang dan kepedulian, dari keinginan untuk menjadi pemilik kucing yang bertanggung jawab, dan dari persahabatan terbentuklah “Peduli Kucing” disatukan oleh kasih sayang dan kepedulian atas kucing-kucing yang kurang beruntung. Peduli Kucing berdiri tanggal 13 Januari 2010, sekaligus telah meng-Hak Paten-kan Komunitas ini (HAKI – Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia). Komunitas peduli kucing ini diperuntukkan bagi mereka yang masih berjuang dan membuktikan kepada orang lain bahwa peduli pada kucing adalah perbuatan yang mulia. Setiap kucing apapun jenisnya dapat menjadi sahabat Manusia dan berhak mendapatkan perlindungan, perawatan yang terbaik, karena nyawa mereka sangat berharga.

Kegiatan yang dilakukan oleh komunitas peduli kucing antara lain Baksos Vaksin Subsidi Peduli Kucing yang merupakan baksos vaksin dengan harga terjangkau untuk kucing berpemilik dikhususkan untuk member Peduli Kucing, yang diselenggarakan oleh atas kerjasama Team Peduli Kucing dibantu dokter hewan. Komunitas peduli kucing juga sering membuka booth pada Cat Show yang memeberi kesempatan berinteraksi langsung dengan para penyayang kucing sekaligus bisa menggalang dana untuk kegiatan komunitas peduli kucing. Kegiatan sterilisasi kucing liar pun sedang digalakkan oleh komunitas ini untuk membatasi populasi kucing liar.

Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) adalah Organisasi Profesi yang bersifat independen. Didirikan pada tanggal 9 Januari 1953 di Lembang, Jawa Barat dan dikukuhkan dengan Akte Notaris No.41 tanggal 30 Juni 1999 oleh Notaris NY. Toety Juniarto, SH yang diperbaharui setiap selesai Kongres. PDHI merupakan kelanjutan dari Perhimpunan Ahli Ilmu Kehewanan. Kegiatan jangka panjang yang akan dilakukan oleh PHDI antara lain seminar tentang toksoplasma, serta kegiatan animalwelfare untuk memperjatikan kesejahteraan hewan.

Komunitas peduli kucing mempunyai blog yang berisi tentang kegiatan komunitas, tips dan trik merawat kucing, serta artikel-artikel yang bermanfaat dan dapat diakses di http://pedulikucing.blogspot.com, account facebook dan grup peduli kucing juga tersedia. PHDI pun mempunyai situs yang dapat diakses di http://www.pdhi-online.org/.

Pada kesempatan kali ini Ibu Dokter Narti membagikan tips dan trik merawat kucing agar selalu sehat. Mandi, makan, minum, serta cek kesehatan kucing secara berkala merupakan hal yang tidak bisa ditinggalkan. Membersihkan bulu, telinga, mata, kuku, dan gigi kucing pun harus sering dilakukan. Dengan demikian kucing yang dipelihara diharapkan dapat terjaga kesehatan dan kebersihannya.

Akhirnya Saung Nyerat season 2 berakhir di bulan mei ini. Nantikanlah edisi saung nyerat season 3 selanjutnya yang akan mengundang berbagai komunitas lain. Jangan sampai ketinggalan untuk menyimak Saung Nyerat, setiap hari minggu pukul 16.00-17.00 WIB, hanya di Radio Sipatahunan 89.4 FM.

Bagi anda yang ingin menikmati Saung Nyerat tetapi berada di luar Bogor, bahkan di luar negeri sekalipun, tidak perlu khawatir. Sekarang Saung Nyerat bisa dinikmati langsung dari tempat duduk anda, bukan hanya suara tetapi juga video, dengan mengakses http://bogor.net/radiosipatahunan/radio-popup.html. Teknologi memang memudahkan dan menyenangkan.

SAUNG NYERAT, DUNIANYA MENULIS.

By : gioveny / @phenyukerooo

Saung Nyerat Edisi 29/05/2011: Sayangi Hewan Yuk!

2 thoughts on “Saung Nyerat Edisi 29/05/2011: Sayangi Hewan Yuk!

  • 31 May, 2011 at 4:49 pm
    Permalink

    Saya pecinta binatang. Sayangnya minggu kemarin saya membunuh binatang, tapi itu saya lakukan demi kebaikan. Ya, Membunuh Demi Kebaikan. 😉

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *