Seni melipat kertas atau origami ternyata tidak sedikit penggemarnya. Buktinya, di negeri ini ada komunitas-komunitas pecinta origami. Khusus untuk wilayah Bogor, para penggemar origami ini bergabung dalam sebuah kelompok yang menamakan dirinya Komunitas Origami Bogor. Komunitas ini memiliki grup di Facebook yang anggotanya saat tulisan ini dibuat sudah mencapai 92 anggota. Salah satu anggotanya sekaligus yang membuat grup di Facebook bernama Vidi Puspita Irma Wardhany. Vidi inilah yang menjadi tamu Saung Nyerat edisi 8 Mei 2011. Sedangkan yang menjadi host dan co-host adalah Echa dan WKF.


Narasumber yang menggemari origami ini bercerita banyak tentang komunitasnya dan seni melipat kertas dari Jepang. Komunitas Origami Bogor dibentuk Juni 2010 setelah kunjungan seorang perempuan yang dikenal sebagai Ibu Origami yaitu Maya Hirai ke Bogor. Dengan dilandasi kesukaan yang sama komunitas ini terus berkembang. Setiap diadakan pertemuan, mereka belajar dan saling mengajari teknik-teknik origami yang ternyata jumlahnya begitu banyak. Tempat biasa berkumpul dari para anggota komunitas ada dua. Untuk yang tinggal di wilayah Kabupaten Bogor, Kampus IPB dijadikan pilihan. Sedangkan yang tinggal di Bogor Kota, mereka memilih Kafe Takol atau Taman Koleksi yang berada di lingkungan IPB sebelah mal Botani Square sebagai tempat berkumpul.

Searah jarum jam: bangau, flapping bird, stroberi

Origami bukan hanya sekedar melipat kertas. Selain kesenangan yang didapat dari melipat kertas, origami bisa menjadi media komunikasi orangtua dengan anaknya. Origami juga dapat menjadi sarana mendongeng. Bentuk origami yang bernama flapping bird (burung yang sayapnya bisa dikepakkan) dan kissing fish ( ikan dengan mulut ‘monyong’ dan dapat digerak-gerakkan) adalah dua contoh yang biasa digunakan untuk mendongeng.

Ketika bencana tsunami terjadi di Jepang, penggemar origami di Indonesia menunjukkan solidaritas dan empatinya dengan membuat 95 ribu origami berbentuk burung bangau. Hasil kerajinan tangan ini kemudian dikirim ke Kedutaan Jepang di Jakarta. Aksi solidaritas yang digalang oleh 11 komunitas penggemar origami di 11 kota di Indonesia ini dikenal dengan nama 11-03-11 yang merupakan tanggal terjadinya bencana tersebut.

Echa - Vidi

 

Vidi menuturkan origami bisa dipelajari oleh siapa saja, dewasa maupun anak-anak. Bukan hanya wanita, priapun banyak yang menggembari keterampilan melipat kertas ini. Tingkat kesulitan dari origami juga beragam. Origami berbentuk mawar misalnya, bagi Vidi bentuk ini masih susah dibuat karena tingkat kesulitannya yang tinggi. Namun anda yang berkeinginan belajar origami tidak perlu khawatir, asal sabar dan telaten, bentuk origami apapun bisa dibuat. Selain itu, banyak diagram yang menggambarkan langkah-langkah membuat origami bisa didapatkan di internet. Teman dalam komunitas juga siap membantu mengatasi kesulitan yang ditemui.

Ingin bisa origami, silakan bergabung dalam Komunitas Origami Bogor. Komunitas ini secara regular mengadakan kopdar alias kumpul-kumpul.

Salam,
WKF yang ada di wongkamfung.boogoor.com

Reportase SN Edisi 8/5/2011: Menjadi Pintar Dengan Origami

2 thoughts on “Reportase SN Edisi 8/5/2011: Menjadi Pintar Dengan Origami

  • 11 May, 2011 at 1:16 am
    Permalink

    Yayyyy cantik banget ?ª?? pake baju coklat yak 😀

    Reply
    • 13 May, 2011 at 8:25 pm
      Permalink

      ho’oh, langsung eh langsing

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *