Moseleum keluarga van Motman di Kampung Pilar, Desa Sibanteng, Kec. Leuwisadeng, Kab. Bogor

Bogor ternyata tidak hanya mempunyai Kebun Raya. Selain obyek wisata yang sudah dikenal di dunia itu, Bogor juga memiliki banyak benda cagar budaya yang dapat ditemukan baik di wilayah Kota maupun Kabupaten Bogor. Hal itu terungkap ketika Saung Nyerat edisi 18 Juni 2011 hari Minggu kemarin kedatangan narasumber dari Komunitas Napat Tilas (KNT). Mereka adalah kang Hendra, kang Indra, dan kang Hadi. Sebagai pemandu acara Saung Nyerat kali ini, WKF sebagai host dan Fajar Suyamto menjadi co-hostnya.

Perbincangan berlangsung sangat menarik dan bernas meskipun dibawakan dengan santai. Obrolan yang berlangsung selama satu jam itu benar-benar membuka wawasan tentang kekayaan budaya dan sejarah di Bogor. Bogor yang dikenal juga sebagai Kota Hujan ternyata memiliki kisah sejarah mengesankan yang terbentang dari jaman ke jaman. Bisa dibilang Bogor memiliki serial sejarah komplit dari segi waktu dan jenisnya mulai jaman prasejarah, masa Hindu-Budha, masa penyebaran agama Islam, zaman kolonial Belanda, peradaban Tionghoa, sampai peninggalan Jepang. Bukan hanya kisah, sisa peninggalan baik yang masih utuh maupun reruntuhannya sebagian di antaranyapun masih dapat ditemukan. Semua diulas tuntas oleh narasumber.

KNT merupakan wadah bagi para penggemar sejarah. Terbentuknya komunitas ini berangkat dari keinginan beberapa dari mereka yang menyukai sejarah untuk mengenalkan situs purbakala dan peninggalan sejarah yang ada di Bogor ke masyarakat Bogor sendiri pada khususnya dan masyarakat dunia. KNT didirikan 5 April 2010 dan terbuka untuk umum. Anggotanya sampai saat ini sudah mencapai 373 orang. Siapapun yang menyukai sejarah bisa bergabung. Anda bisa menemukan group di Facebook dari komunitas ini dan menjadi anggotanya dengan mengklik di sini. Selain itu, komunitas pecinta sejarah ini juga memiliki blog yang beralamat di http://napaktilasbogor.blogspot.com.

Sebagaimana namanya, kelompok ini juga secara periodik mengagendakan acara napak tilas (jalan-jalan) ke lokasi peninggalan sejarah atau benda cagar budaya. Sejak didirikan setahun yang lalu hingga saat ini, KNT telah lima kali mengadakan acara napak tilas. Untuk napak tilas yang keenam, rencananya akan dilaksanakan bulan Juli tahun ini dengan tujuan peninggalan-peninggalan sejarah yang berada di lereng Gunung Salak. Tanggal persisnya kapan, kang Hendra berjanji akan menginformasikannya nanti melalui group di Facebook.

Bagi mereka yang menyukai sejarah sekaligus hiking, agenda napak tilas keenam ini tentu saja sangat menggiurkan. Selain bisa mengenal peninggalan masa lalu lebih dalam, peserta juga dapat berolahraga sambil menikmati pemandangan alam di sepanjang perjalanan. Perihal biaya yang harus ditanggung untuk setiap kegiatan napak tilas termasuk yang satu ini, sebagaimana yang disampaikan narasumber, peserta hanya dikenakan biaya sebesar Rp5000 s/d Rp10.000. Biaya tersebut diperuntukkan untuk membayar juru pelihara (sebutan untuk orang yang menjaga situs) atau ahli sejarah/purbakala yang biasa disertakan dalam setiap kegiatan napak tilas. Mengenai biaya transportasi dan konsumsi ditanggung sendiri oleh setiap peserta. Tidak ada biaya akomodasi karena napak tilas biasanya diadakan hanya setengah hari dari pagi sampai sore.

Komunitas semacam Napak Tilas ini perlu diapresiasi niat dan keberadaannya. Pendekatan yang dijalankan oleh kelompok ini untuk mendalami sisi sejarah sebuah peninggalan dilakukan dari sisi ilmiah. Dengan demikian, ilmu semacam antropologi budaya dan sejenisnya yang akan berperan, bukan mistik atau klenik. Sebagaimana yang ditulis dalam blog komunitas ini, KNT mengajak siapapun peminat sejarah untuk bersama-sama mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang tersebar di wilayah Bogor kota dan kabupaten sekaligus melakukan dokumentasi. Selanjutnya, hasil pendokumentasian itu disebar ke masyarakat melalui berbagai media termasuk Facebook dan blog. Dengan demikian, harta karun sejarah ini bisa dinikmati oleh semakin banyak orang.

Sumber gambar: moseleum

Salam,
WKF yang ada di wongkamfung.boogoor.com

Reportase SN Edisi 18 Juni 2011: Napak Tilas Sejarah Bogor

7 thoughts on “Reportase SN Edisi 18 Juni 2011: Napak Tilas Sejarah Bogor

  • 28 June, 2011 at 11:00 pm
    Permalink

    selamat buat napaktilas, saya selalu ngintil kegiatan napaktilas buat dapatin info ttg sejarah bogor, sukses terus buat napajtilas dan blogor

    Reply
  • 3 July, 2011 at 12:38 pm
    Permalink

    Sangat bagus artikel na…salam sukses untuk pelestarian cagar budaya bangsa nu urang pika deudeuh !

    Reply
  • 5 July, 2011 at 7:34 pm
    Permalink

    ayo blogor napak tilas kemana gitu…

    Reply
  • 8 November, 2011 at 4:51 pm
    Permalink

    Boleh dibantu kemana saya bisa kontak dengan komunitas napak tilas Bogor?

    Reply
  • 27 December, 2011 at 3:21 pm
    Permalink

    Nice info Kang, Bogor memang kaya dengan sejarah, tp sayangnya, gak banyak org yang mau meluangkan waktunya untuk mendokumentasikan situs dan sejarah asli Bogor. Keep writing Kang 🙂

    Reply
  • 18 June, 2014 at 2:08 pm
    Permalink

    Sukses selalu napak tilas,..buat kami sejarah akan membangun karakter banyak orang, memberikan nilai-nilai dan menjadi referensi untuk masa datang …

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *