Siaran Saung Nyerat Minggu, 12 Juni 2011 kembali menghadirkan Komunitas Origami Bogor. Kali ini yang mewakili komunitas yang baru saja diresmikan pada 9 Juni 2011, adalah Yan Rahayu dan Wawa. Kenapa kami menghadirkan kembali KOB? Karena waktu 1 jam untuk membahas origami pada Saung Nyerat edisi 8 Mei 2011 tidak cukup. MT, Falla, dan Fajar mengeksplorasi pengalaman dan wawasan Yan Rahayu dan Wawa tentang sisi lain dari kegiatan origami.

Sebenarnya apakah origami benar-benar berasal dari Jepang? Yan dan Wawa menjelaskan bahwa sebenarnya tradisi melipat kertas itu dimulai di China. Berdasarkan sejarah, ketersediaan kertas lebih dahulu ada di China ketimbang Jepang. Kita bisa mengingat bagaimana masyarakat China membuat lampion dan segala bentuk barang keperluan hidup lainya yang berasal dari lipatan kertas. Namun Jepanglah memang yang memopulerkan seni melipat kertas itu, dengan istilah yang juga berasal dari Negeri Matahari Terbit itu. Ori berasal dari kata “Oru” yang artinya melipat. Sedangkan Gami berasal dari kata “Kami” yang berarti kertas.

Dalam seni origami dikenal beberapa style/gaya :

  1. Abstract Origami, Origami abstrak bentuknya tidak menjelaskan sesuatu tapi berupa lipatan-lipatan yang jika diperhatikan tetap indah.
  2. Crumpled Origami, melihat bentuknya masih termasuk origami abstrak. Teknik origami yang digunakan adalah meremas kertas berulang-ulang(crumpling) sehingga menjadi bentuk yang diinginkan tetapi tetap menghasilkan bentuk yang luar biasa. Pertama kali dicetuskan oleh Paul Jackson, sedangkan Master origami yang kini terkenal dengan gaya dan teknik ini adalah Frenchman Vincent Folderer (www.le-crimp.org)
  3. Tessellation, dalam Origami tessellation banyak digunakan pola-pola persegi dan pola tess dan banyak menggunakan variasi teknik twist . catatan : saat membuat sebuah tess sangat diperlukan ketelitian dalam membentuk pola dan memperhatikan kerapihan saat membuat grid (garis2).
  4. Modular Origami, Origami Modular adalah bentuk origami geometris yang terdiri dari unit-unit, teknik yang digunakan biasanya penggabungan antara unit pocket n flap
  5. Practical Origami, origami praktis : yaitu bentuk-bentuk origami yang hasilnya dapat dimanfaatkan atau mempunyai fungsi seperti : kotak, dompet, gelas, amplop, dll.
  6. Pureland Origami, Pureland Origami dicetuskan oleh seorang master Origami dari Inggris yang bernama John smith, yang mencetuskan model-model origami yang terdiri dari Montain fold dan Valley fold tanpa memasukan teknik open sink, Rabitt ear,dan membalik. Tetapi membatasi teknik yang digunakan ternyata tidak menghalangi keindahan dari model-model yang dihasilkannya.
    Keterangannya ada di en.wikipedia.org/wiki/Pureland_origami atau googling deehhh biar penasaran …asyiik banget pokonya, adanya pureland origami ini baik sekali buat diajarkan bagi anak special atau berkebutuhan khusus mengingat intruksinya sederhana dan tidak membutuhkan banyak teknik, tapi tetap menyenangkan dan menghasilkan model yang indah
  7. Realistic Origami, penekanan dalam origami realistis adalah untuk menciptakan model yang akurat yang memiliki semua poin-poin penting yang asli. Misalnya, laba-laba berkaki enam tidak akan diterima, karena yg benar adalah laba-laba berkaki delapan . Realistis origami umumnya menghasilkan desain yang kompleks dengan banyak langkah. Tokoh dari origami realistis yang menjadi legenda saat ini adalah Robert J. Lang, yang mencetuskan teori Tree teory nya yang benar-benar realistis. Kunjungi aja www.langorigami.com

Para penyiar keroyokan dari Blogor, (MT, Falla, dan Fajar) makin asyik mendalami topik origami sambil mencoba mengikuti Wawa dan Yan, melipat-lipat kertas yang mereka bawa. Bukan hanya kertas origami yang mereka sediakan, tetapi juga hasil seni origami tersebut. Ada bunga mawar merah, sekotak strawberry yang amat mirip dengan aslinya, beragam jenis serangga dan binatang lain seperti badak, singa, anjing, ikan, ulat, belalang, bahkan seekor naga hijau yang paling digemari MT.

setelah siaran : Fajar, MT, Ishmah, Wawa, Abiy, Yan, Falla

Ternyata kegiatan seni melipat kertas bukan hanya terkait dengan dunia pendidikan saja. Ada beberapa testimoni para pegiat seni origami terkait dengan pengalaman mereka menjadikan origami sebagai kegiatan terapi kesehatan. Dalam sebuah testimoni rekannya, Yan menceritakan tentang seorang anak penderita autism yang bisa dilatih motorik halus dan konsentrasinya dengan ber-origami. “Bahkan ada orang tua penderita stroke yang melatih gerakan tangannya dengan kegiatan rutin melipat kertas”, tambah Wawa.

Itu baru dari dunia kesehatan, yang memang masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Dalam dunia usaha, ternyata seni melipat kertas menjadi salah satu peluang usaha. Karya origami bisa saja dibuat menjadi merchandize pernikahan. Ini yang telah dilakukan oleh beberapa anggota Komunitas Origami Bogor. Mereka memberikan beberapa contoh merchandise origami yang sudah dikemas plastik tipis maupun kotak plastik transparan. Jika memang serius, peluang usaha ini bisa saja dikembangkan di Bogor, mengingat belum ditemukan kreasi seperti itu dalam acara pernikahan.

Dalam perencanaan kegiatan ke depan, Komunitas Origami Bogor akan menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah di Bogor yang berminat menjadikan origami sebagai kegiatan tambahan. KOB siap memberikan workshop kepada siswa maupun guru, seperti yang belum lama mereka gelar di Taman Topi, Bogor.

Untuk program kerja sama tersebut, sekolah atau lembaga apapun, misalnya ibu-ibu PKK, komunitas remaja, dan lain-lain bisa menghubungi Komunitas Origami Bogor melalui akun facebooknya : komunitas origami bogor.

Rencana yang sudah diprioritaskan untuk mereka selenggarakan adalah Workshop Origami pada Oktober 2011 yang akan datang. Namun untuk pelaksanaannya mereka masih mencari partner untuk sama-sama menyelenggarakan event tersebut. Anda berminat bekerja sama?

 

Reportase SN Edisi 12/6/2011:Origami Bukan Sekedar Melipat Kertas

2 thoughts on “Reportase SN Edisi 12/6/2011:Origami Bukan Sekedar Melipat Kertas

  • 13 June, 2011 at 10:34 pm
    Permalink

    gambar latarnya baru nih kayaknya 😉

    Reply
  • 18 June, 2011 at 9:10 am
    Permalink

    Aduh..salah satu kelemahanku dari dulu,kurang terampil dalam pekerjaan tangan seperti prakarya,melukis,dll.
    Pernah saya diajari langsung sama orang Jepang buat belajar Origami,sampai sekarang belum nyangkut juga ilmunya…hehehe
    Keknya nanti kalau ada Workshop Origami,saya bisa ikutan nimbrung tuh

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *