Sabtu, 29 Januari 2011, kembali Saung Nyerat hadir bagi seluruh pendengar Radio Sipatahunan 89.4 FM dengan narasumber yang berbeda, yang senantiasa memberikan tips dan trik juga info-info menarik tentang penulisan, internet, dan komunitas umum yang ada di Bogor.

Sabtu ini, Saung Nyerat mendatangkan Drs. Dadan Suwarna untuk membahas tentang bagaimana menulis di media massa. Dipandu oleh WKF sebagai host, dan Unggul Sagena dan Miftahgeek sebagai co-host.

Diungkap oleh narasumber, bahwa kemahiran teknik penulisan di media massa bergantung pada pengalaman menulis, kondisi pasar, ciri khas tulisan, dan keberuntungan.

Narasumber yang aktif mengisi berbagai rubrik di beberapa media massa (lokal dan nasional) ini mengungkapkan bahwa dia menulis sejak 1986. Pengalaman puluhan tahun dalam menulis di media tersebut telah membuatnya mampu  menganalisis kondisi pasar dan bentuk tulisan yang dicari oleh redaktur media massa.

Pada dasarnya tulisan akan dimuat bila sesuai dengan selera redaktur, ujarnya. Ini memungkinkan sebuah tulisan yang bisa jadi ditolak oleh satu media akan diterbitkan oleh media lain. Di samping itu, visi dan misi dari media juga menentukan dimuat tidaknya sebuah tulisan. Tulisan yang tidak sejalan dengan visi dan misi dari media jelas tidak akan dimuat meskipun bagus dan aktual.

Dikatakan pula, kesempatan yang masih sangat terbuka bagi para penulis di media massa adalah adanya rubrik opini. Hampir semua media memiliki rubrik opini. Rubrik ini pasti membutuhkan banyak penulis opini.

Selanjutnya, jenis penulis bisa dibagi dua yaitu penulis idealis dan penulis industrialis. Penulis idealis tidak mengikuti selera pasar sehingga secara ekonomis kadang tidak menguntungkan. Penulis industrialis akan membuat tulisan sesuai keinginan pasar atau trend yang sedang berlangsung. Sering kali, secara ekonomis karya para penulis industrialis sangat menguntungkan. Karya penulis idealis biasanya berumur lama. Ada kalanya penulisnya sudah mati tetapi karyanya masih hidup. Sebaliknya usia karya penulis industrialis biasanya pendek. Kadang-kadang yang terjadi, karyanya sudah mati penulisnya masih hidup. Chiclit dan teenlit merupakan contoh produk penulis industrialis.

Media massa yang dapat digunakan oleh para penulis ada dua macam,  media offline dan media online. Media offline adalah media massa cetak. Karya anda akan dapat dinikmati orang banyak bila terseleksi redaksi media tersebut. Salah satu bentuk media online adalah blog pribadi. Dalam blog ini tidak ada redaksi yang akan menyeleksi karya anda. Andalah penulis sekaligus redaksinya.

Tips yang diberikan narasumber yang juga dosen Fakultas Sastra Universitas Pakuan ini adalah agar membuat tulisan yang aktual dan berkualitas. Dengan aktualitas tulisan yang dibuat, isinya akan menarik redaksi sekaligus pembaca karena relevan dengan peristiwa atau trend yang sedang terjadi. Dengan demikian, kesempatan untuk dimuat sebuah media akan besar. Selain itu, kadang-kadang yang terjadi pada tulisan yang ditolak adalah bukan karena jelek tetapi disebabkan waktunya yang tidak pas.

Saung Nyerat akhirnya ditutup mengingat jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB. Namun demikian, Saung Nyerat akan kembali menemani pendengarnya minggu depan di Radio Sipatahunan 89.4 FM pada hari dan jam yang sama.

Reportase : Saung Nyerat Edisi 29/1/2011

One thought on “Reportase : Saung Nyerat Edisi 29/1/2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *