Ngabuburit sudah menjadi istilah lazim saat bulan Ramadhan, beragam kegiatan yang biasa dilakukan oleh banyak orang untuk menunggu waktu berbuka puasa. Ada yang mengisinya dengan membaca koleksi buku lama maupun buku-buku baru, nonton pagelaran musik, jalan-jalan, ngeblog, dan beragam kegiatan lainnya.

Hari minggu kemarin aku ngabuburit di rumah saja dengan anak-anakku. Ada kegiatan bersama yang menyenangkan, yaitu membuat kerajinan tangan berbahan tanah liat. What? Tanah liat? Apa mudah mencari tanah liat zaman sekarang? Apalagi bagi mereka yang tinggal di kota besar, pasti sulit sekali mencari tanah liat.

Tapi kenapa harus tanah liat? Jelas berbeda antara tanah liat dengan tanah biasa. Tanah liat sudah menjadi bahan utama untuk pembuatan kerajinan seperti gerabah, keramik, dan berbagai buah karya lainnya. Kelembutan tanah liat hampir seperti lilin mainan, sehingga mudah sekali dibentuk menjadi apapun.

Aku sendiri mendapatkan tanah liat, dengan membelinya di toko buku Gramedia. Kebetulan anak-anakku yang memilihnya. Setelah beberapa pekan sebelumnya asyik bermain dengan karton/kardus bekas, mereka kini tertantang untuk membuat prakarya dengan tanah liat.

tanah liat lebih mudah dibentuk sesuai selera | foto MT

 

tanah liat ini bisa dibeli di toko buku atau toko kerajinan tangan | Foto MT

Setelah tanah liat selesai dibentuk sesuai benda yang ingin dibuat, harus langsung dijemur di bawah terik matahari. Idealnya sih, setelah kering dibakar dengan tungku khusus untuk membakar tanah liat. Seperti yang dilakukan oleh pengrajin gerabah. Tetapi karena tak punya tungku, cukuplah mengandalkan panas matahari untuk mengeringkan model yang sudah dibuat.

Selanjutnya tinggal mengecat model yang sudah kering dengan cat dasar berwarna putih. Warna dasar putih ini sangat membantu untuk menampilkan beragam warna lain yang menjadi warna akhir dari model/kerajinan tangan yang kita buat. Anak-anakku sudah membuat berbagai karya mereka. Ishmah membuat pot bunga berbentuk sepatu bots, Rastan membuat kepiting (terinspirasi oleh tokoh Mr. Krabb dalam film Spongebob Squarepants), dan Abiyasa, yang telah membuat laptop dari kardus, kini membuat pesawat dan banyak lagi yang lainnya.

proses pengecatan | Foto : MT

Mereka happy melakukan kegiatan ngabuburit seperti ini. Akupun happy dan gembira melihat kreatifitas anak-anakku. Yeach, sebagai orang tua, kita bukan cuma mengharapkan kreatifitas anak-anak. Tapi akan lebih baik bila kita memfasilitasi dan ikut terlibat dalam dunia mereka.

Bahan-bahan yang diperlukan :

  • Tanah liat
  • Cat dasar putih
  • Cat acrylic/cat air untuk finishing
  • Cetakan bentuk (optional)
  • Tungku pembakar (optional)

source: blogging by passion http://mataharitimoer.blogdetik.com/2011/08/08/ngabuburit-main-tanah-liat/#ixzz1UpduC4j9 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives

 

Ngabuburit Main Tanah Liat

3 thoughts on “Ngabuburit Main Tanah Liat

  • 13 August, 2011 at 3:18 pm
    Permalink

    bagus kang ngabuburit,…yang lebih bermanfaat dari pada jalan -jalan memacetkan jalan

    Reply
  • 3 August, 2017 at 6:46 pm
    Permalink

    Harganya brpan mba di gramedia?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *