Ini merupakan cerita berantai kedua yang diadakan Blogor. Menulis keroyokan yang kali ini digagas oleh Mataharitimoer berbeda dengan cerita berantai yang pernah diadakan sebelumnya (anda bisa baca di Cerita Fiksi dari Blogorian). Perbedaan itu terutama pada jenis kisah yang dituliskan. Bila yang pertama fiksi, untuk cerita berantai yang sekarang berjenis nonfiksi.

Cerita berantai yang kedua ini dimaksudkan sebagai sumbang saran bagi perkembangan ke arah perbaikan wilayah di mana para anggota Blogor berada. Itulah sebabnya tema yang dipilih kali ini adalah Bogor. Tulisan yang dibuat oleh peserta cerita berantai ini nantinya diharapkan bisa menjadi masukan bagi pemerintah Kota maupun Kabupaten Bogor. Apa yang akan ditulis tentu saja bisa beraneka sesuai minat dan perhatian masing-masing peserta. Tulisan tersebut dapat berupa kritik konstruktif  terhadap perkembangan Bogor, contohnya tulisan yang mengulas dan mengupas perihal preman di Kota Bogor yang meresahkan pengguna angkot, daerah Puncak yang kian panas, kesemrawutan lalu lintas, dan lain-lain.

Agar berimbang, cerita berantai ini juga akan mengulas hal-hal positif tentang Bogor. Dengan demikian, hasilnya nanti bukan hanya paparan yang memerahkan telinga tetapi juga bisa menjadi tulisan yang menyejukkan dan menenteramkan kita semua. Intinya, cerita berantai ini merupakan refleksi kepedulian dan cinta para penulisnya terhadap Bogor. Karena itu, cerita berantai ini diharapkan bermanfaat bagi pemerintah dan menjadi gambaran untuk masyarakat Bogor akan kondisi tempat tinggal mereka.

Seluruh peserta cerita berantai bertema Bogor ini berjumlah 20 orang. Mereka dikelompokkan menjadi dua grup, Grup Hitam dan Grup Putih. Grup Hitam bertugas menuliskan hal-hal yang membutuhkan perbaikan, katakanlah segala hal negatif tentang Bogor. Selain menyajikan temuan hal negatif tersebut, anggota grup ini diharapkan pula dapat memberikan usulan perbaikan. Dengan demikian, Grup Hitam tidak berkesan hanya bisa menghakimi tetapi juga memberikan solusi.

Tugas dari Grup Putih adalah menyajikan gambaran positif tentang Bogor misalnya keunggulan yang dimiliki Kota Hujan ini dalam bidang pariwisata dan lain-lain. Sama seperti Grup Hitam, grup ini diharapkan juga memberikan masukan bagaimana hal yang sudah bagus itu bisa lebih ditingkatkan lagi.

Grup Hitam:
01. Sjafri Mangkuprawira (Surat “Cinta” Buat Walikota Bogor)
02. MT (Anak Negara, Saran buat Lagu SBY)
03. Chandra Iman (mimpi bogor)
04. Erfano Nalakiano (Para Penjual, Trotoar dan Pusat Kuliner)
05. Nonadita (Ibu-ibu yang Berada di Jalanan)
06. Dieyna (Pasar “Kaget” Pemda, menikmati macet mingguan dan sisa sampah di akhir pekan)
07. Utami Utar (James Bond Sopir Idaman)
08. Miftah (Macet Level Dewa)
09. Echaimutenan (GKI Yasmin….kapan beresnya?)
10. Httsan (Kabut malam di Buitenzorg)

Grup Putih:
01. Bugi Sumirat (Melirik sisi edukasi lingkungan di sekitar kita, pengalaman tinggal di kota Bogor)
02. Pege (Jantung Kota Bogor, Paru-Paru Ibukota)
03. Matrisoni (BOGOR TIDAK SEDANG BERMIMPI)
04. Fajar (BOGOR KOTA MEDIA PENDIDIKAN)
05. Ontohod (Bogor Dalam Cerita)
06. WKF (Tanjakan Iblis di Gunung Salak)
07. Insan Luthfi Habibi (Ngulik Bogor Yuk!)
08. Harris Maulana (Inilah Alasan Mengapa Aku Betah Tinggal di Kota Bogor)
09. Irvan Setya Adji (Kala Malam Menjelang di Kota Hujan)
10. Defidi (1001 Putihnya Kota Bogor)

Petunjuk Teknis:

  • Peserta menulis di blog masing-masing
  • Jika memiliki akun di Twitter, beritahukan kepada seluruh manusia di Twitter bahwa tulisan sudah selesai menggunakan hashtag #RantaiCerita #Bogor
  • Mention ke akun urutan selanjutnya. Misalnya @SjafriMangkuprawira ngetwit
    “Tulisan ke-1 #RantaiCerita #Bogor di (URL tulisan). @Mataharitimoer, silakan dilanjut.”
  • Peserta berikutnya (misalnya @Mataharitimoer) kemudian melanjutkan kisah yang sudah ditulis peserta sebelumnya (@Mataharitimoer)
  • Begitu seterusnya hingga peserta terakhir
  • Bagikan juga tautan tulisan yang telah dibuat di dinding Facebook masing-masing (bila punya).

Aturan Main:

  • Topik: Bogor
  • Jenis tulisan: nonfiksi
  • Tulisan pertama dimulai pukul 12.00 tengah malam 7/12/2011
  • Tulisan pertama dibuat oleh peserta nomor urut satu dari masing-masing grup dilanjutkan oleh peserta berikutnya sesuai urutan
  • Setiap peserta memiliki waktu 3×24 jam (tiga hari) untuk menyelesaikan tulisannya
  • Menggunakan bahasa Indonesia (sebaiknya yang baik dan benar)
  • Gaya bahasa bebas
  • Ditulis di blog masing-masing peserta
  • Informasikan di paragraf pertama bahwa itu adalah cerita berantai dengan topik tulisan Bogor, dan nama para peserta dalam grupnya
  • Sertakan tautan cerita di blog penulis berikutnya di akhir cerita, kecuali tulisan terakhir
  • Sertakan tautan cerita di blog penulis sebelumnya di paragraf pertama, kecuali tulisan pertama
  • Cerita berantai dengan topik Bogor ini akan berakhir paling lambat 6/1/2012 pukul 12.00 tengah malam di blog penulis terakhir dari masing-masing grup
  • Bila memiliki akun Twitter, segera kicaukan dengan menggunakan hashtag #RantaiCerita #Bogor bahwa tulisan telah selesai dan mention penulis berikutnya serta colek penulis lain. :mrgreen:

Sumber gambar: di sini

Cerita Berantai #2: Bogor
Tagged on:         

21 thoughts on “Cerita Berantai #2: Bogor

  • 6 December, 2011 at 4:19 pm
    Permalink

    alhamdulillah, kita mulai dari yang pertama ya 🙂
    oleh Bapak kita semua, Profesor Sjafri Mangkuprawira

    Reply
  • 6 December, 2011 at 6:39 pm
    Permalink

    kang Bugi, tarik kanggggggggggg…

    Reply
  • 6 December, 2011 at 7:46 pm
    Permalink

    mas adi saya barusan membuat artikel di blog saya…untuk cerita berantai-2…semoga memenuhi harapan…bravo blogor…

    Reply
  • 6 December, 2011 at 8:54 pm
    Permalink

    Heheeh kecepatan saya membuat artikelnya…malah tanpa penjelasan di alinea pertama tentang cerita berangkai 2…semoga masih bisa diterima…

    Reply
  • 6 December, 2011 at 11:00 pm
    Permalink

    wow pak Prof. Sjafri amat cepat!
    Alangkah!

    Reply
  • 10 December, 2011 at 3:46 pm
    Permalink

    Sudah lama gak BW dan langsung membaca “tugas bersama Blogor”. Ok, mari kita selesaikan… hehe…

    Kebagian paling akhir, berisiko bagian kesimpulan nih 😀

    Reply
  • 11 December, 2011 at 7:50 am
    Permalink

    wah..udah mulai, jadi deg-degan, kelas berat nih yah. sebagai awamun jadi tertantang untuk bikin tulisan bagus. let’s see yah.
    *sibuk nyari bahasan

    Reply
  • 18 December, 2011 at 9:51 am
    Permalink

    Thanks….ternyata udah mulai nich….maaf saya baru update ….segera nulis …..

    Reply
  • 23 December, 2011 at 4:50 am
    Permalink

    mas wkf…agar cerita berantai terus bergulir…kalau ada yg seharusnya menulis ternyata “motor”nya mogok…walau padat merayap bisa disusul oleh teman yg giliran berikutnya…tentunya atas kesepakatan mereka…

    Reply
  • 3 January, 2012 at 8:18 pm
    Permalink

    …produktifitasnya mengapa lambaaat ya?…kurang enerji?…kreatifitas kurang?…kurang motivasi?…bravo blogor…

    Reply
    • 4 January, 2012 at 9:19 pm
      Permalink

      Padahal sudah dioprak-oprak lho 😉

      Reply
  • 6 January, 2012 at 10:59 am
    Permalink

    akhirnya saya posting juga.. hehehe

    Reply
  • 12 January, 2012 at 7:07 pm
    Permalink

    lapor: tulisan saya sudah selesai

    Reply
  • 23 January, 2012 at 11:33 am
    Permalink

    …just one left vs just four left…apakah bermakna…lebih gampang memerlihatkan hal yg “hitam” tentang pihak lain…ketimbang menunjukkan sesuatu yg putih bersih?…asyiik dan seru…bravo blogor…

    Reply
  • 24 January, 2012 at 11:16 am
    Permalink

    Yang putih tertinggal jauh… 🙂

    Reply
  • 4 March, 2012 at 1:27 am
    Permalink

    Akhirnya khatam juga…
    : )

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *