Ini adalah edisi ketiga dari acara Saung Nyerat. Kali ini yang menjadi pembawa acara (host) adalah Ibu Desi dan Ismi (sebagai co-host). Narasumber pada edisi kali ini adalah Ria N. Badaria, sebagai pemenang Katulistiwa Literary Award 2009 untuk kategori Penulis Muda Berbakat, yang kebetulan adalah salah satu barudak blogor juga.

Katulistiwa Literary Award (KLA) sendiri adalah salah satu penghargaan sastra untukย  kategori fiksi, kategori puisi, dan kategori karya fiksi penulis di bawah umur 30 tahun. Tahun ini (2010) adalah tahun ke-11 diadakannya KLA. Beberapa buku yang pernah dianugerahi KLA ini diantaranya adalah : “Bilangan Fu” karya Ayu Utami, “Sejumlah Perkutut buat Bapak” karya Gunawan Mardiyanto dan “Dan Hujan pun Berhenti” karya Frida Susanti.

Fortunata adalah judul buku yang mengantarkan Ria N. Badaria menjadi pemenang dari KLA 2009 kategori Penuis Muda Berbakat. Buku ini bercerita tentang kisah hidup seorang wanita bernama Layla yang pada awalnya merasa bahwa hidupnya selalu penuh dengan ketidakberuntungan, namun sesosok mahluk halus telah membuat persepsinya akan kehidupannya berubah. Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama tahun 2008.

Ditanya mengenai keikutsertaannya dalam KLA 2009, Ria mengaku awalnya ia sama sekali tidak tahu menahu. Hal ini dikarenakan yang mendaftarkan buku novel pertamanya ini ke panitia KLA 2009 adalah bukan dirinya, melainkan pihak penerbit. Ria baru mengetahui tentang keikutsertaannya dalam KLA 2009 ini setelah membaca berita mengenai pengumuman nominasi KLA 2009 di media. Senang sekaligus kaget, itulah perasaan yang dirasakan Ria saat mendengar berita tersebut. Setelah mendapatkan undangan untuk menghadiri acara pengadugerahan KLA 2009, Ria pun datang tanpa berharap untuk menang. Ria mengaku sudah cukup senang dengan menjadi nominasi saja, karena dengan itu pun Ria sudah merasa dihargai sebagai penulis. Maka dari itu, ketika pembawa acara mengumumkan bahwa Ria terpilih sebagai pemenang KLA 2009 untuk kategori Penulis Muda Berbakat, dirinya merasa kaget sehingga pikirannya terasa kosong saat diberikan waktu untuk memberikan sambutan.

Menurut Ria, jika dalam proses menulis lalu penulis mengalami writer’s block atau stuck untuk melanjutkan tulisan yang dibuatnya, penulis dapat melakukan hal lain, berhenti sementara untuk menulis dan malakukan hal lain yang menyenangkan, misalnya jalan-jalan. Untuk menghidari terjadinya writer’s block ini, Ria biasanya sebelum menulis novel telah membuat outline yang berisi plot-plot cerita yang kemudian akan dikembangkannya.

Hal paling sulit yang dirasakan oleh Ria dalam proses penulisan novelnya adalah saat munculnya ide cerita baru sementara cerita novel sebelumnya belum selesai dikerjakan. Dan tips dari Ria jika mengalami hal ini adalah : tulis ide cerita tersebut dalam notes, tapi hanya berupa outline dan lanjutkan mengerjakan cerita novel yang sebelumnya. Jangan pernah memulai cerita novel baru, jika novel yang sebelumnya belum selesai dikerjakan.

Ria yang mengaku menyukai novel-novel karya Ilana Tan dan J.K Rowling ini sebelum sukses menerbitkan buku Fortunata juga sempat berkali-kali ditolak oleh penerbit. Namun ia terus berusaha menulis novel dan tidak lupa juga meminta pendapat kepada teman-temannya mengenai cerita dan gaya penulisannya. Satu pesan Ria untuk calon-calon penulis muda, “Terus lah menulis, meski semua orang berkata tulisanmu itu buruk, because practice makes perfect”.

Sebagai bocoran, awal tahun depan Ria N. Badaria akan meluncurkan novel keduanya, yang berjudul “Writer Vs. Editor”. Penasaran? Tunggu tanggal rilisnya… ๐Ÿ™‚

Mulai edisi ini, Saung Nyerat membagikan 2 voucher makan gratis dari Pecel Lele Lela dan Cafe Ciemoete bagi 2 penelpon yang beruntung pada saat siaran Saung Nyerat. Untuk edisi kali ini, pertanyaan kuisnya adalah : Apa judul novel pertama Ria N. Badaria, yang mengantarkannya menjadi pemenang Katulistiwa Literary Award 2009 untuk kategori Penulis Muda Berbakat? Dan Jawabannya adalah : Fortunata.

Pemenang kuis Saung Nyerat edisi 11/12/2010 adalah : Kang Gun dan Ibu Evelyn.

Selamat kepada kedua pemenang, hadiah dapat diambil di Radio Sipatahunan pada jam siaran Saung Nyerat berikutnya (pada hari sabtu pukul 16.00 – 18.00).

Reportase: Saung Nyerat Edisi 11/12/2010

11 thoughts on “Reportase: Saung Nyerat Edisi 11/12/2010

  • 16 December, 2010 at 8:56 pm
    Permalink

    Mantap…saya aja belum posting *minta dijewer ๐Ÿ™

    Reply
    • 16 December, 2010 at 9:07 pm
      Permalink

      ayo posting mbae… sebelom dijewer beneran sama kang WKF… hihihihi…

      Reply
      • 5 January, 2011 at 2:17 pm
        Permalink

        buis…hehe thanks udah nulis yang baik-baik, lain kali sisipin nama Lee Seok Hoon ya haha…

  • 17 December, 2010 at 8:24 am
    Permalink

    Makasih reportasenya yg begitu komprehensif. Jadi lebih tahu siapa itu novelis Ria N Badaria. ๐Ÿ˜‰

    Reply
  • 18 December, 2010 at 8:43 pm
    Permalink

    saya curiga penulisnya memiliki hubungan khusus ama narasumber ampe neranginnya sejelas ini :p

    Reply
    • 21 December, 2010 at 8:13 am
      Permalink

      Hust, mereka memang sangat dekat, tapi bukan berarti … ๐Ÿ˜€

      Salut buat Ria

      Reply
      • 5 January, 2011 at 2:14 pm
        Permalink

        bukan berarti apa Kang achoey hehe…

  • 21 December, 2010 at 10:46 am
    Permalink

    Lama tak berjumpa dengan nyonyakim ini… Semoga bisa terus berkarya ya..

    Reply
    • 5 January, 2011 at 2:15 pm
      Permalink

      apa kabar Kang Asep…amin semoga bisa terus berkarya.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *