Kegiatan blogger selain menulis adalah blogwalking. Dari situlah kita bisa menemukan beragam pemikiran atas topik yang sama. Misalnya saja tentang isu pajak. Setiap blogger punya keragaman sikap, setelah kasus makelar pajak menjadi konsumsi publik. Ada blogger yang tetap setia membayar pajak, dan tidak sedikit pula yang menjadi enggan membayar dengan alasan tidak mempercayai para petugas pajak.

Sebagai blogger, blogwalking menjadi cara yang mudah untuk menguji pemikiran kita berhadapan dengan keragaman pemikiran blogger lain yang tak sejalan. Tidak jarang, diskusi yang terbuka pada kolom komentar dapat mengubah pandangan yang tadinya merasa paling benar, menjadi lebih toleran untuk menerima perbedaan. Boleh jadi setiap blogger mengalami pengalaman seperti ini. Salah seorang teman yang awalnya selalu membela sebuah lembaga pemerintah, akhirnya mau menyadari bahwa tidak ada lembaga pemerintah yang “lurus” dalam menjalankan tugasnya. Ia menyadari setelah membaca berbagai blog, yang mengungkap oknum lembaga pemerintahan yang melakukan kejahatan publik. Begitupun dengan fanatisme kepartaian. Awalnya temanku membela habis-habisan salah satu partai. Namun karena ia mau berdiskusi dalam sebuah artikel blog, akhirnya ia menyadari bahwa loyalitas terhadap partai bukan berarti harus menutupi perilaku negatif anggota partainya. Kedewasaanpun terbentuk. Ia tetap setia terhadap visi partainya, namun menjadi lebih kritis untuk membersihkan partainya dari perilaku negatif segelintir anggotanya. Perubahan sikap dan proses pendewasaan pemikiran, ternyata bisa saja terbentuk dari kegiatan sederhana, seperti blogwalking.

Melihat efeknya yang positif, blogwalking menjadi penting untuk dibudayakan. Ternyata blogwalking bukan sekedar berisi haha-hihi, sekedar menyapa, atau sekedar menorehkan “pertamax” sebagai prestasi sendiri. Apalagi jika sekedar menuliskan pertamax, tanpa memberikan komentar apapun terkait dengan artikel yang dipublikasikan oleh pemilik blog.

Blogwalking juga bisa dimanfaatkan sebagai cara untuk berpromosi. Namun sebisa mungkin, jika kita ingin berpromosi, lihat dulu promosi yang akan kita tulis pada kolom komentar, ada kaitannya dengan artikel. Jika menurut ukuran publik, ada keterkaitan, silakan berpromosi. Namun jika tidak ada kaitan sama sekali, perilaku blogwalking seperti itu hanya akan memancing cemooh bagi sang penoreh iklan. Misalnya saja dalam sebuah artikel tentang terorisme, ada blogger yang berkomentar dengan isi menawarkan sebuah produk kecantikan wanita. Tentu tak ada kaitan sedikitpun. Jadi etika promosipun mesti dijaga. Kurang elok jika kita pasang iklan makanan burung perkutut pada kolom iklan otomotif. ya kan? 😀

Meskipun berbeda dengan forum-site, kolom komentar bisa kita manfaatkan untuk saling berbalas sapa, klarifikasi, maupun brainstorming. Tidak sedikit juga yang menjadikan kolom komentar sebagai ajang caci-maki. Itulah bebasnya dunia blog, meskipun yang seperti ini lebih baik dikurangi saja. Perdebatan yang panas dan seru akan menjadi indah tanpa disertai caci-maki.

Sudah ah, yuk kita blogwalking dulu… 🙂

Blogwalking Bukan Sekedar Pertamax
Tagged on:     

14 thoughts on “Blogwalking Bukan Sekedar Pertamax

  • 10 April, 2010 at 2:56 pm
    Permalink

    Like this kang.. Mengingat postingan terakhir saya yang berbuntut kesalah pahaman T.T

    Reply
  • 10 April, 2010 at 10:01 pm
    Permalink

    biasa tuh kang. emang orang banyak yang seneng bahas balon 😀

    Reply
  • 11 April, 2010 at 12:02 pm
    Permalink

    Mari saling menebar pesona, eh.. inspirasi lewat blogwalking… Dan mencari inspirasi lewat blogwalking… Jangan blogrunning ya… 😀

    Reply
  • 12 April, 2010 at 1:49 pm
    Permalink

    lagi blogwalking, eh nyasar ke sinih……….

    Reply
  • 13 April, 2010 at 12:28 pm
    Permalink

    selalu nemu yang baru setiap kali bw

    Reply
  • 14 April, 2010 at 7:30 am
    Permalink

    BW memang indah. Dan BLOGOR tercipta juga asal mulanya karena blogger yang ada di Bogor sering BW 🙂

    Reply
  • 17 April, 2010 at 11:41 am
    Permalink

    baru belajar blog nih ,salam kenal semua,mohon bimbingannya

    Reply
  • 29 April, 2010 at 6:11 am
    Permalink

    betul sekali mt…melakukan bw bisa dgn memberi komen dan tidak…dua-duanya sah-sah saja…tetapi ujungnya adalah sama yakni bertambahnya pengetahuan dan wawasan kita…apalagi kalau kitapun berkomen…disitu ada saling berbagi…maka bw pun semakin lengkap sebagai proses pembelajaran….

    Reply
  • 3 May, 2010 at 9:05 pm
    Permalink

    mampir ah blogwalking di sini…

    salam kenal! 🙂

    Reply
  • 22 June, 2010 at 7:38 am
    Permalink

    kemaren baru ikutan workshop blog, jadi lumayan tertarik..nuhun yaa..

    salam kenal 🙂

    Reply
  • 24 June, 2010 at 7:46 am
    Permalink

    salam kenal juga, baru belajar ne
    berkunjung ke sini langsung dapet pelajaran berharga 😀

    Reply
  • 8 July, 2010 at 11:43 am
    Permalink

    memang, isi dari postingan orang itu juga bisa kita ambil pelajarannya 🙂

    Reply
  • 12 December, 2010 at 10:08 am
    Permalink

    kalau lagi gak punya ide
    kalau bosen dg blog sendiri
    kalau pengen liat tulisan teman
    ya blogwlaking 😆

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *