Blogor, 25 November 2009. Arus sungai setelah bendungan Katulampa, Bogor makin deras. Deru suara arusnya lebih tinggi dari biasanya. Hujan semalaman adalah penyebab meluapnya sungai yang menjadi indikator kewaspadaan Jakarta terhadap banjir.

ciliwung 251109Satu hal yang kuperhatikan dari derasnya arus sungai/kali Ciliwung adalah, banyak sekali sampah plastik yang hanyut. Ini membuktikan masih banyak orang bogor yang membuang sampah ke kali. Apakah mereka (warga Bogor) tak sadar, jika ulah semaunya itu dapat menyebabkan kesengsaraan bagi saudara sebangsa di Jakarta?

Jika kita menganggap sampah yang kita buang tak seberapa dibanding arus sungai – misalnya hanya sebungkus sampah plastik berisi sisa makanan busuk atau apapun – cobalah anda bayangkan jika ulah itu kita lakukan berulang kali. Untuk lebih sadar, cobalah sekali-sekali kita buang sampah plastik itu di depan rumah saja. Belum seminggu, pasti kita sudah tersiksa dengan kebusukan yang menyiksa. Karena itu, please orang bogor! Tolong ingatkan saudara-saudara kita agar tidak membuang sampah ke kali. Buang saja sampah anda ke saluran aspirasi rakyat (DPR/MPR) tempat sampah yang ada di sekitar rumah.

Terlepas dari anggapan beberapa orang yang tak setuju jika sampah sungai merupakan penyebab banjirnya Jakarta, tetap akan lebih baik jika membuang sampah pada tempat sampah. Bukan ke sungai yang juga bisa mengurangi sedapnya pandangan mata.

Yuk barudak Blogor, di awal musim hujan ini kita saling mengingatkan saudara kita di Bogor, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai agar tidak lagi membuang sampah di sana. Sadarkan mereka, bahwa hanya dengan tidak membuang sampah sembarangan, merupakan bukti bahwa warga Bogor menyayangi warga Jakarta. [MT]

Bogor Sayangi Jakarta
Tagged on:             

11 thoughts on “Bogor Sayangi Jakarta

  • 25 November, 2009 at 11:14 am
    Permalink

    wah maaf kang.. saya kurang setuju kalo orang bogor selalu disalahin karena buang sampah…
    coba kang mt jalan2 kepuncak (ciawi – puncak) pasca weekend… beuh tuh sampah berserakan sepanjang jalan… kalo kang mt beruntung bisa melihat oknum orang jakarta (asumsi plat B) buang sampah dengan seenaknya… Insya Allah kalo kejadiannya tepat dimuka saya… saya akan coba lempar kembali tuh sampah ke orangnya…

    lepas dari oknum orang jakarta yang suka buang sampah sembarangan… kadang oknum orang bogor pun suka buang sampah sembarangan… (I said F*ck U)

    Marilah kita jaga kota kita bersih dari sampah…. dimulai dari yang kecil dulu ajah… kadang kala kita sehabis makan permen pasti bungkusnya suka dilempar sangenah wee… please deh ach emank susah yak kalo kita kantongin tuh bungkusnya…

    Go Green Bogor!

    Reply
  • 25 November, 2009 at 8:07 pm
    Permalink

    maaf kang Anka yang baik. memang beberapa kali saya melihat sendiri tentang mobil berplat B buang sampah di jalan. Yach, memang tidak semua orang bogor membuang sampah sembarangan. terutama ke sungai. tapi kebetulan saya beberapa kali melihat tetangga saya melemparkan sampahnya ke sungai. setelah saya ingatkan, alhamdulillah, dia masih punya rasa malu dan akhirnya sadar untuk tidak melakukan kesalahan tersebut.

    saya jadi berpikir, bisa jadi sampah yang tadi pagi saya lihat memenuhi derasnya arus ciliwung, merupakan buangan dari para pendatang di Bogor tercinta…. terima kasih atas masukannya kang…

    tapi tetap sebagai orang blogor eh bogor, kita harus mengampanyekan “bersih sungai” agar sungai di negeri kita mencitrakan surga, yang mengalir sungai-sungai bersih di sekitarnya.

    jabat erat!

    Reply
  • 26 November, 2009 at 6:40 am
    Permalink

    …sependapat… seharusnya sudah perlu digencarkan lagi sosialisasi dan implementasi anjuran jangan buang sampah sembarangan…termasuk di sungai…fungsi sungai disamping sebagai saluran irigasi,sumber enerji listrik, dan pembuangan…oleh sebagian orang dipakai juga sebagai sumber air untuk mandi dan cuci….coba kalau sempat ke bangkok, sungai-sungai di sana walau berwarna coklat seperti sungai di indonesia…. tetapi bersih dari sampah…bahkan sebagai alur arus pariwisata mancanegara…saya pun sempat menikmatinya….nah lalu kepada siapa anjuran pentingnya tidak buang sampah ke sungai disampaikan?…kepada siapa saja….orang bogor maupun luar bogor…namun karena kita orang bogor,mulailah dari diri kita dahulu….untuk menunjukkan kita insan yg memandang kebersihan sebagai bagian dari iman….kemudian masyarakat bersama pemerintah daerah pun seharusnya bergotong royong….menyediakan tempat pembuangan sampah awal di sekitar bantaran sungai….

    Reply
  • 26 November, 2009 at 10:29 am
    Permalink

    ..ternyata bikin sadar orang itu susah-susah gampang yak…kadang di gedung pemerintahan staff2nya juga ngerokok sembarangan… buang sampah sembarangan…

    hari minggu lalu saya dapat email ajakan untuk turut serta dalam rangka menyambut Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, pada bulan November ini Jakarta Green Monster kembali mengadakan acara Bersih Sampah Angke tapi sayang saya gak bisa turut serta…

    kalo bersih sampah ciliwung bisa gak yak… mengingat arusnya lumayan gede euy… atau saya malah pengen ada agenda acara bebersih kota bogor… untuk pemicu ajah bisa dimulai dari sepanjang pajajaran dan sekeliling kebun raya…

    maaf buat kang MT commentnya malah melebar dari postingannya 😀 tapi setidaknya masih nyambung dikit lah… *ngeles mode on*

    Reply
  • 26 November, 2009 at 10:53 am
    Permalink

    gak papa atuh. kita diskusi di komentar blogor ini…
    ide tentang bebersih kota bogor itu boleh juga kita realisasikan untuk acara tahun baru nanti. atau, kita mau coba bebersih kali di sekitar kebun raya? kita musti kerja sama dengan pehobi arung jeram kali ya?

    Reply
  • 26 November, 2009 at 8:16 pm
    Permalink

    ini merupakan permasalah yang harus diantisipasi oleh pemerintah dengan menyiapkan tempat sampah & pengelolaan sampah secara baik…walaupun demikian ini juga merupakan tanggung jawab dari individu….ketika individu itu orang yg beragama terutama agama Islam, betapa Islam mengajarkan kebersihan & keindahan
    insya Allah ketika orang itu memiliki agama yang baik dan benar…..orang tersebut akan malu bahkan enggan untuk melakukan keburukan, salah satunya membuang sampah sembarangan.
    keep istiqomah ^_^

    Reply
  • 28 November, 2009 at 9:11 pm
    Permalink

    kenapa ga bikin program aja, mengajahk warga atau anak2 SD mengumpulkan plastik, kerjasama sama pengolah sampah plastik, kita cuman sosialisasi aja, plastiknya biar diambil sama yg ngerti pengolahan sampah plastik. minimal di sekolah-sekolah yang akan blogor jadikan edu-blogging

    Reply
  • 30 November, 2009 at 5:50 am
    Permalink

    Banjir di Jakarta memang bukan berarti selalu salah orang Bogor. Ya ini karena kekurangsadaran sebagian warga bahwa alam pun harus disayangi, salah satunya dengan cara dihiasi banyak tanaman dan dibersihkan dari sampah. Biarkan air mengalir tanpa sendatan, toh sungai pasti kan menuju lautan. Biarkan daerah resapan air luas membentang, tak harus disulap jadi rumah megah yang penuh hingar bahakan. Karena tangisan nyaris tak lagi muncul di mata warga Jakarta karena banjir tiba, bosan.

    Reply
  • 1 December, 2009 at 1:45 pm
    Permalink

    iyah… selain jangan buang sampah pada tempatnya… alangkah baiknya jika kita juga bisa menurunkan tingkat pemakaian plastik… tau sendiri kan bahwa sampah plastik itu sulit untuk diurai… kalo dibuang ke sungai yg ada sampahnya malah hanyut dan jadi nyangkut di berbagai tempat dan mengakibatkan aliran air jadi terhambat… bisa menyebabkan banjir toh? 🙂

    Reply
  • 1 December, 2009 at 3:24 pm
    Permalink

    WOOOOOII urang Bogor (ngomong pada diri sendiri)…
    .
    jangan buang sampah sembarangan dunks

    Reply
  • 11 August, 2012 at 5:41 pm
    Permalink

    yukk kita jaga lingkungan kita, mari kita tanamkan cinta lingkungan terutama pada anak anak kita yang masih kecil agar tidak membuang sampah sembarangan dan kita sebagai orang tua jangan mencontohkan hal yg tidak baik dengan membuang sampah ke sungai.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *