<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>blogor.org &#187; Sosok</title>
	<atom:link href="http://blogor.org/category/sosok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogor.org</link>
	<description>Komunitas Blogger Bogor [Beta]</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 19:07:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>RM Tirto Adhi Soerjo</title>
		<link>http://blogor.org/2010/01/25/rm-tirto-adhi-soerjo/</link>
		<comments>http://blogor.org/2010/01/25/rm-tirto-adhi-soerjo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 08:49:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wkf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogor.org/?p=680</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya mendapat bingkisan yang sangat luar biasa. Begitu luar biasanya sehingga saya bahkan menyebutnya harta karun. Mengapa? Karena yang diberikan itu adalah dokumen-dokumen tentang RM Tirto Adhi Soerjo (TAS) dan yang memberi adalah keturunannya langsung. Siapa itu TAS? Tahukah anda jika TAS itu pahlawan nasional yang rumahnya ada di Tanah Sareal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-681" src="http://blogor.org/wp-content/uploads/tas-rm-tas1.jpg" alt="tas-rm-tas" width="104" height="152" />Beberapa waktu yang lalu saya mendapat bingkisan yang sangat luar biasa. Begitu luar biasanya sehingga saya bahkan menyebutnya harta karun. Mengapa? Karena yang diberikan itu adalah dokumen-dokumen tentang RM Tirto Adhi Soerjo (TAS) dan yang memberi adalah keturunannya langsung. Siapa itu TAS? Tahukah anda jika TAS itu pahlawan nasional yang rumahnya ada di Tanah Sareal dan jasadnya dimakamkan di Blender?</p>
<p><span id="more-680"></span>TAS adalah pejuang sejati, pembela rakyat kecil, dan juga pendukung emansipasi wanita. Jangkauannya tidak hanya bersifat lokal tapi tersebar di berbagai belahan nusantara. Pihak Belanda waktu itupun segan terhadapnya. Melalui koran pertama berbahasa Melayu yang dia terbitkan, dia menyebarkan ide-idenya. TAS adalah pendiri koran pertama Indonesia, <a href="http://kampungantenan.blogspot.com/2008/08/medan-priyayi.html"><em><span style="text-decoration: underline">Medan Prijaji</span></em></a>. Dia mendapat anugerah semasa Orde Baru di tahun 1973 sebagai Perintis Pers Indonesia. Di masa pemerintahan SBY sekarang ini, selain gelar pahlawan nasional, TAS juga memperoleh tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana yang diserahkan kepada keluarganya pada 3 November 2006.</p>
<p>RM Tirto Adhi Soerjo yang nama kecilnya Djokomono adalah anak kesembilan dari 11 bersaudara. Dia lahir di Blora tahun 1875. Ayahnya seorang pegawai kantor pajak pada masa pemerintah Hindia Belanda bernama Raden Ngabehi Tirtodhipoero. Setelah orangtuanya meninggal, TAS kemudian ikut neneknya Raden Ayu Tirtonoto. Dari neneknya inilah TAS diajarkan untuk menjadi manusia yang mandiri. Didikan neneknya telah menumbuhkan jiwa <em>entrepreneur</em> dalam diri TAS.</p>
<p>Menyoroti tahun kelahiran TAS, sayangnya, saya menemukan adanya perbedaan dalam artikel dan berita di media, majalah, maupun buku. Banyak yang menyebutkan tahun kelahiran TAS 1880. Padahal dalam buku yang ditulis anak sulung TAS, RM Priatman, yang berjudul <em>Perdjoangan Indonesia dalam Sedjarah</em>, cetakan kedua, diterbitkan oleh Badan Penerbit Patani, Bogor tahun 1950, di situ disebutkan TAS lahir 1875. Saya rasa perbedaan itu terjadi karena sumber yang digunakan sama yaitu buku biografi RM Tirto Adhi Soerjo tulisan Pramoedya Ananta Toer berjudul <em>Sang Pemula</em>. Dalam buku itu dituliskan tahun kelahiran TAS adalah 1880.</p>
<p>1880 yang dinyatakan sebagai tahun kelahiran TAS saya temukan dalam:</p>
<ol>
<li>artikel      di Kompas, 1 Januari 2000, tulisan Th Sumartana,</li>
<li>opini di      Pikiran Rakyat, 27 April 2006, tulisan Prof. DR. Nina Herlina Lubis, M.S.,      Guru Besar Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Unpad,</li>
<li>reportase di Pikiran Rakyat 28 April 2006,</li>
<li>artikel      di Pikiran Rakyat, 9 November 2006, tulisan Prof DR. Nina Herlina Lubis,      M.S.,</li>
<li>reportase di Pos Kota, 16 November 2006,</li>
<li>majalah      I:BOEKOE! Edisi 1907-2007 Seabad Pers Kebangsaan, tahun 2007, halaman 14.</li>
</ol>
<p>Penyebutan tahun kelahiran TAS yang lain lagi yaitu 1878 saya temukan dalam buku berjudul <em>Sejarah</em> <em>Awal Pers dan Kebangkitan Kesadaran Keindonesiaan</em> karangan Ahmat Adam, Guru Besar di Universitas Malaysia Sabah. Entah dokumen mana yang digunakan oleh pak Guru Besar ini.</p>
<p>Nomor 1, 2, 4, 5, dan 6 juga menyebutkan tahun kematian TAS yang berbeda dengan yang ditulis oleh RM Priatman. Lima tulisan di atas menyatakan tahun kematian TAS 1918 sedangkan RM Priatman dalam bukunya menyebutkan 1917.</p>
<p>Bila saya disuruh memilih, sudah pasti saya akan memilih dan lebih percaya yang berasal dari keturunan TAS langsung. Bagaimana dengan anda? Biar anda tidak penasaran, berikut saya nukilkan tulisan yang berbentuk puisi yang dibuat oleh RM Priatman tentang romonya, RM Tirto Adhi Soerjo, dalam buku <em>Perdjoangan Indonesia dalam Sedjarah</em> halaman 89.</p>
<p><strong>SIAPA PELOPOR DJURNALISTIK DI INDONESIA</strong></p>
<p><strong>1875 &#8211; 1917</strong></p>
<p>Raden Mas Tirtoadisoerjo</p>
<p>Nama ketjilnja Djokomono</p>
<p>Keturunan Tirtonoto</p>
<p>Bupati Bodjonegoro.</p>
<p>Peladjar S.T.O.V.I.A. di Djakarta</p>
<p>Penulis pembela Bangsa</p>
<p>Membasmi sifat pendjadjah Belanda</p>
<p>Dengan tulisan jang sangat tadjam penanja.</p>
<p>Membuka sedjarah Djurnalistiknja</p>
<p>“Medan Prijai” warta hariannja</p>
<p>Suluh keadilan dan Putri Hindia</p>
<p>Ada dalam pegangan Redaksinja.</p>
<p>Tiap perbuatan dari pendjadjah,</p>
<p>Jang akan membuat lemah,</p>
<p>Terhadap Nusa dan Bangsa kita,</p>
<p>Diserang dan dibasmi dengan sendjata penanja.</p>
<p>Akibat dari sangat tadjam sendjata penanja</p>
<p>Pendjadjah dengan kekuasaannja</p>
<p>Mendjatuhkan hukumannja</p>
<p>Marhum Tirtoadisoerjo diasingkan dari tempat kediamannja.</p>
<p>Lampung adalah tempat tudjuannja</p>
<p>Setibanja di pengasingan terus berdjuang</p>
<p>Tak ada tempo jang terluang</p>
<p>‘ntuk membela Nusa dan Bangsanja.</p>
<p>Pelopor Djurnalistik Indonesia</p>
<p>Tahun 1875 adalah tahun lahirnja</p>
<p>Pada tahun 1917 wafatnja</p>
<p>Mangga Dua di Djakarta beliau dimakamkannja.</p>
<p>Setelah neneknya meninggal, TAS pindah ke rumah saudara sepupunya di Madiun. Kemudian ke Rembang untuk tinggal bersama kakaknya RM Tirto Adi Koesoemo yang menjadi Jaksa Kepala di sana. TAS selanjutnya masuk sekolah kedokteran, STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen), di Batavia pada usia 14 tahun. Sayangnya pendidikan itu tidak dia rampungkan.</p>
<p>Walaupun pendidikannya di STOVIA berhenti, kepintaran TAS dalam jurnalisme terus berkembang. Sebelum menjalankan korannya sendiri, TAS sering mengirim tulisannya ke sejumlah surat kabar dalam bahasa Belanda dan Jawa. 17 April 1902, cerita bersambungnya yang berjudul <em>Pereboetan Seorang Gadis</em> dimuat pertama kali di <em>Pembrita Betawi</em>. Setelah itu, di bulan Mei 1902 TAS ditunjuk F Wiggers menjadi pemimpin redaksi <em>Pembrita Betawi</em> tetapi di tahun 1903 berhenti karena berbeda pendapat dengan Wiggers.</p>
<p>Masih di tahun 1903 setelah keluar dari <em>Pembrita Betawi</em>, TAS mendirikan koran sendiri <em>Soenda Berita</em> yang diterbitkan setiap hari Minggu bekerjasama dengan Bupati Cianjur RAA Prawiradiredja. Koran ini merupakan surat kabar pribumi pertama yang menggunakan bahasa Melayu yang dikelola dan didanai oleh pribumi. Sayangnya <em>Soenda Berita</em> hanya bertahan sampai 1906. Agar anda juga bisa menikmati seperti apa tulisan yang dibuat pada masa itu, berikut saya salinkan resep masakan favorit saya yang ternyata pada saat itu sudah ada meskipun sedikit berbeda namanya. Resep <em>Lembaran</em> (saya menyebutnya <em>Lembarang</em>) ini dimuat dalam <em>Soenda Berita</em> terbitan hari Minggu, 14 Februari 1904. Selamat menikmati masa nostalgik bersama RM Tirto Adhi Soerjo.</p>
<p><strong><em>LEMBARAN</em></strong></p>
<p><em>olih Raden Ajoe Poerodimedjo</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Ajam 1 dipotong-potong, abis dimasak sama aier klapa seprapat di bakar doeloe sabentar; bawang bakar 3 sindok makan, kemiri bakar 50, laos bakar 3 iris dan garem 2 sindok thee, ditjampoer abis ditoemboek aloes dan lantas di goreng sama minjak goerih 3 sindok makan, sampe mateng. Kaloek soedah, ajam tadi ditjaboeti toelangnja lantas daging dan boeljonnja ditjampoer sama boemboe tadi, abis di masak.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Kapan soeda masak sebentar ditambahi santen klapa setengah, sere 1 potong, daon djeroek poeroet 2 lembar dan blimbing asem (tjalintjing) belahan 4; abis di masak teroes, sampe boeket koewahnja.</em></p>
<p>Setelah <em>Soenda Berita</em>, TAS kemudian menerbitkan <em>Medan Prijaji</em> pada 1 Januari 1907. Pena TAS terkenal tajam. Tulisannya membuat takut para penguasa dan bangsawan yang korup. Di lain pihak TAS dan <em>Medan Prijaji</em>-nya menjadi tempat mencari keadilan bagi rakyat kecil. Karena tulisannya yang berani itulah TAS pernah dibuang sebanyak dua kali ke Teluk Betung Lampung (1910) dan Ambon (1913). Keberaniannya juga lah yang akhirnya mengakhiri <em>Medan Prijaji</em> pada 22 Agustus 1912. Disamping <em>Pembrita Betawi</em>, <em>Soenda</em> <em>Berita</em>, dan <em>Medan Prijaji</em>, sejumlah surat kabar lain yang pernah dikelola TAS adalah <em>Soeloeh Keadilan</em>, <em>Poetri Hindia</em>, dan <em>Sarotomo</em>.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-682" src="http://blogor.org/wp-content/uploads/tas-ra-siti-suhaerah.jpg" alt="tas-ra-siti-suhaerah" width="75" height="110" />TAS menikah pertama kali dengan putri bangsawan Cianjur bernama Raden Ayu Siti Suhaerah. Dari perkawinan itu lahirlah RM Priatman. Dalam perkawinan keduanya dengan RA Siti Habibah, TAS memiliki anak RA Julia dan RM Hasan. Setelah itu TAS menikah dengan Prinses Fatimah atau lebih dikenal dengan Prinses van Bacan yang dinikahi saat dia berada di Maluku.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-683" src="http://blogor.org/wp-content/uploads/tas-makam.jpg" alt="tas-makam" width="204" height="140" />Kesehatan TAS sering terganggu setelah kembali dari pembuangannya di Ambon. Pada 7 Desember 1917 TAS akhirnya meninggal. Dia awalnya dimakamkan di Mangga Dua Jakarta. Oleh keluarganya, jasadnya kemudian dipindahkan ke pemakaman Blender, Kebon Pedes, Bogor tahun 1973. Tanggal kematian itulah, 7 Desember, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pers Indonesia sebagai bentuk penghormatan kepada TAS, dan tahun berdirinya Medan Prijaji, 1907, dijadikan sebagai awal tahun pers kebangsaan. Dengan demikian, saat ini usia pers kebangsaan sudah mencapai 101 tahun. <em>Soedah tjoekoep toea boekan?</em></p>
<p><em>Catatan</em>:</p>
<p>Artikel ini pernah saya tulis di <a href="http://kampungantenan.blogspot.com/2008/09/rm-tirto-adhi-soerjo.html"><span style="text-decoration: underline">kampungantenan.blogspot.com</span></a> dan <a href="http://wongkamfung.wordpress.com/2010/01/25/rm-tirto-adhi-soerjo/">wongkamfung.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogor.org/2010/01/25/rm-tirto-adhi-soerjo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tb Sjafri Mangkuprawira, Blogger Penyemangat Kaum Muda</title>
		<link>http://blogor.org/2009/11/01/tb-sjafri-mangkuprawira-blogger-penyemangat-kaum-muda/</link>
		<comments>http://blogor.org/2009/11/01/tb-sjafri-mangkuprawira-blogger-penyemangat-kaum-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 16:40:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>achoey</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogor.org/?p=561</guid>
		<description><![CDATA[Jika saya ada di dekatnya, terpaku mata ini memandang. Terpancar hebat semangat yang tersingkap dari geraknya yang tetap bijak. Kata-katanya membangunkanku dari keterpurukan semangat. Dan tanpa perlu ku atur ritmenya, semangat itu pun kembali memuncak mendepak lelap. Lalu saya pun terhanyut dalam harap mendekap. Begitulah kedahsyatan sosok guru besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://cucuharis.files.wordpress.com/2008/10/sjafri11.jpg"><img class="alignleft" title="sjafrimangkuprawira" src="http://cucuharis.files.wordpress.com/2008/10/sjafri11.jpg?w=94&amp;h=124" alt="" width="94" height="124" /></a>Jika saya ada di dekatnya, terpaku mata ini memandang. Terpancar hebat semangat yang tersingkap dari geraknya yang tetap bijak. Kata-katanya membangunkanku dari keterpurukan semangat. Dan tanpa perlu ku atur ritmenya, semangat itu pun kembali memuncak mendepak lelap. Lalu saya pun terhanyut dalam harap mendekap. Begitulah kedahsyatan sosok guru besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB ini di mataku, dan saya yakin begitu pun dimata yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Sosok lelaki hebat ini bernama <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/" target="_blank">Prof Tb. Sjafri Mangkuprawira</a>. Beliau adalah sosok akademisi yang rendah hati, padahal ilmunya telah membuat beliau sangat disegani. Tak hanya di mata mahasiswa IPB , tapi di mata masyarakat banyak yang sempat membaca karya-karya ilmiahnya. Maka pantaslah jika warga Luragung, Kuningan merasa bangga karena putra terbaik Indonesia lahir di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mengenal sosok beliau karena <a href="http://www.blogor.org/" target="_blank">BLOGOR</a>. Saya sangat bersyukur terdampar di dunia blogger yang penuh persaudaraan ini. Di mata sahabat-sahabat <a href="http://www.blogor.org/" target="_blank">BLOGOR</a>, beliau adalah sosok yang sangat dikagumi. Betapa tidak, bahwa beliau sangat total dalam membantu kami untuk terus menggali potensi sehingga bisa lebih baik lagi. Kami tertawan akan gairah berbagi yang beliau tularkan. Maka tidaklah heran jika salah satu komunitas bogger terbesar di Indonesia ini bisa berbuat lebih banyak dalam tempo yang relatif singkat.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://ronawajah.wordpress.com/" target="_blank">Pak Sjafri</a> adalah blogger penyemangat kaum muda. Suami dari Prof. Dr. Ir. Aida Vitayala Hubeis ini tak sungkan untuk bercengkrama bersama barudak BLOGOR yang memang banyak yang masih muda bahkan belia. Kadang dalam lingkaran lesehan beliau masih sempat menghidangkan bahakan, sebagai umpan keceriaan yang memang selayaknya menyelimuti kehidupan. Dan selebihnya adalah ilmu dan semangat yang beliau tularkan. Jadi jelas jika BLOGOR merasa bangga karena ada sosok yang bijak nan dahysat di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak ada kata tua dalam semangat di jiwa, begitulah apa yang tampak dari sosok Guru Besar yang tetap rendah hati ini. Dan wajar jika Barudak BLOGOR bisa meneladani semangatnya, semangat berbagi dengan karya, semangat belajar dengan cinta.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain membaca karyanya seperti buku berjudul Manajemen Sumberdaya Manusia Strategik (2001; cetak ulang tiga kali), Manajemen Mutu SDM ditulis bersama Dr. Aida Vitayala (2007), dan Horison : Bisnis, Manajemen, dan SDM (2008-2009, cetak ulang dua kali) serta dua buku populer masing-masing berjudul Rona Wajah (jilid Pertama dan Kedua; 2006 dan 2007) dan Jantungku Harapanku (2003), sahabat juga bisa membeca tulisan-tulisannya di http://ronawajah.wordpress.com</p>
<p style="text-align: justify;">Salam Dahsyat</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogor.org/2009/11/01/tb-sjafri-mangkuprawira-blogger-penyemangat-kaum-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
