<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>blogor.org &#187; Inspirasi</title>
	<atom:link href="http://blogor.org/category/inspirasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogor.org</link>
	<description>Komunitas Blogger Bogor [Beta]</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 19:07:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>25 Situs yang Mau Membayar Tulisan Blogger</title>
		<link>http://blogor.org/2010/07/26/25-situs-yang-mau-membayar-tulisan-blogger/</link>
		<comments>http://blogor.org/2010/07/26/25-situs-yang-mau-membayar-tulisan-blogger/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 17:44:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wkf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[25 Situs yang Mau Membayar Tulisan Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[dibayar untuk menulis]]></category>
		<category><![CDATA[dibayar untuk ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[hobi dibayar]]></category>
		<category><![CDATA[hobi menulis]]></category>
		<category><![CDATA[hobi ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[hobi yang dibayar]]></category>
		<category><![CDATA[menulis dibayar]]></category>
		<category><![CDATA[ngeblog dibayar]]></category>
		<category><![CDATA[paid to write]]></category>
		<category><![CDATA[pay per post]]></category>
		<category><![CDATA[penulis bayaran]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[reviewme]]></category>
		<category><![CDATA[reviewmu]]></category>
		<category><![CDATA[sponsored review]]></category>
		<category><![CDATA[write to be paid]]></category>
		<category><![CDATA[write to pay]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogor.org/?p=831</guid>
		<description><![CDATA[Jika kegiatan ngeblog itu kemudian dibayar, mau nggak? Ada 25 situs di internet yang terbukti sudah membayar dan bersedia melakukan itu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blogor.org/wp-content/uploads/25-situs-yg-bersedia.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-832" src="http://blogor.org/wp-content/uploads/25-situs-yg-bersedia.jpg" alt="" width="210" height="195" /></a>Motivasi seseorang ngeblog bisa berbeda-beda. Karena hobi, menjalin silaturahim, atau sekedar mencurahkan uneg-uneg misalnya, dapat menjadi pemicunya. Jika kegiatan ngeblog itu kemudian dibayar, mau nggak? Ada 25 situs di internet yang terbukti sudah membayar dan bersedia melakukan itu.</p>
<p><span id="more-831"></span></p>
<p>Bagi yang hobi menulis, kegiatan ngeblog sangat menyenangkan karena sebagian besar yang dilakukan blogger memang menulis. Jangankan dibayar, mengeluarkan biaya untuk ke warnet saja dengan senang hati dilakukan. Jadi, mengapa tidak kita <a href="http://wongkamfung.boogoor.com/pelatihan-monetizing-blog-seo.html" target="_blank">monetisasikan</a> saja hobi menulis yang kita miliki itu? Sambil menyelam minum air. Artinya, nggak bisa berenang. <img src='http://blogor.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berikut ini situs-situs yang mau membayar kita para blogger. Mau anda apakan, silakan. Sebagai media  berlatih menulis sambil mencari uang boleh, dijadikan sumber penghasilan tambahan juga sah-sah saja. Yang perlu diketahui, tidak semua situs mau menerima tulisan berbahasa Indonesia. Situs yang mau di antaranya <a href="http://www.reviewme.com/?ref=63351" target="_blank">Review Me</a>, <a href="http://www.shvoong.com/aff-6A90E/" target="_blank">Shvoong</a>, <a href="http://www.sponsoredreviews.com/?aid=48937" target="_blank">Sponsored Reviews</a>, <a href="http://www.blogsvertise.com/?rid=b46104" target="_blank">Blogsvertise</a>, dan satu situs lokal <a href="http://reviewmu.com/?ref=7457" target="_blank">ReviewMu</a>.</p>
<ol>
<li><a href="http://www.reviewme.com/?ref=63351" target="_blank">Review Me </a></li>
<li><a href="http://www.shvoong.com/aff-6A90E/" target="_blank">Shvoong </a></li>
<li><a href="http://www.sponsoredreviews.com/?aid=48937" target="_blank">Sponsored Reviews</a></li>
<li><a href="http://www.blogsvertise.com/?rid=b46104" target="_blank">Blogsvertise</a></li>
<li><a href="http://reviewmu.com/?ref=7457" target="_blank">ReviewMu</a> <span style="color: #ff0000">(situs lokal)</span></li>
<li><a href="http://www.linkworth.com/index.php" target="_blank">Link Post</a></li>
<li><a href="http://www.smorty.com/" target="_blank">Smorty</a></li>
<li><a href="https://payperpost.com/" target="_blank">PayPerPost </a></li>
<li><a href="http://451press.com/" target="_blank">451 Press </a></li>
<li><a href="http://beaguide.about.com/" target="_blank">Be A Guide (About.com) </a></li>
<li><a href="http://www.blogburner.com/" target="_blank">BlogBurner</a></li>
<li><a href="http://bloggerwave.com/" target="_blank">Bloggerwave</a></li>
<li><a href="http://www.blogitive.com/" target="_blank">Blogitive </a></li>
<li><a href="http://www.blogtoprofit.com/" target="_blank">Blog To Profit</a></li>
<li><a href="http://botwmedia.com/" target="_blank">BOTW Media</a></li>
<li><a href="http://www.creative-weblogging.com/" target="_blank">Creative Weblogging</a></li>
<li><a href="http://daytipper.com/" target="_blank">DayTipper</a></li>
<li><a href="http://digitaljournal.com/" target="_blank">Digital Journal</a></li>
<li><a href="http://www.helium.com/" target="_blank">Helium</a></li>
<li><a href="http://inblogads.com/" target="_blank">In Blog Ads</a></li>
<li><a href="http://loudlaunch.com/" target="_blank">LoudLaunch</a></li>
<li><a href="http://www.squidoo.com/" target="_blank">Squidoo</a></li>
<li><a href="http://www.weblogsinc.com/" target="_blank">Weblogs Inc</a></li>
<li><a href="http://www.b5media.com/" target="_blank">b5media</a></li>
<li><a href="http://www.wisebread.com/make-money-writing-for-wise-bread#get_paid_blogging" target="_blank">Wise Bread</a></li>
</ol>
<p>Jangan lupa mentraktir saya bila dolarnya sudah di tangan. <img src='http://blogor.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sumber gambar: <a href="http://www.henryramsey.com/solutions_window.htm" target="_blank"><em>di sini</em></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogor.org/2010/07/26/25-situs-yang-mau-membayar-tulisan-blogger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Tulisan Kontroversial Untuk Blog</title>
		<link>http://blogor.org/2010/06/17/cara-membuat-tulisan-kontroversial-untuk-blog/</link>
		<comments>http://blogor.org/2010/06/17/cara-membuat-tulisan-kontroversial-untuk-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 10:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wkf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[agar blog banyak dikunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[cara membuat tulisan kontroversial]]></category>
		<category><![CDATA[cara menaikkan hit]]></category>
		<category><![CDATA[cara menaikkan trafik]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengundang pengunjung blog]]></category>
		<category><![CDATA[membuat blog menarik]]></category>
		<category><![CDATA[trik menarik pengunjung blog]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan kontroversial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogor.org/?p=796</guid>
		<description><![CDATA[Sudah pasti akan muncul pro dan kontra perihal tulisan kontroversial dalam blog sebagai alat penarik pengunjung. Terserah anda termasuk kelompok yang pro atau yang kontra, blog dengan tulisan kontroversi dijamin akan dibanjiri pengunjung. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blogor.org/wp-content/uploads/tulisan-kontroversial.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-797" src="http://blogor.org/wp-content/uploads/tulisan-kontroversial.jpg" alt="" width="127" height="116" /></a>Tidak disangkal lagi salah satu cara menarik pengunjung sebuah blog adalah dengan tulisan kontroversial. <em>Cara membuat tulisan kontroversial</em> bisa menjadi sebuah pengetahuan tersendiri agar blog bisa memiliki jumlah <em>hit</em> atau trafik yang tinggi. Anda ingin bisa menghasilkan tulisan kontroversial? Sangat mudah caranya.</p>
<p><span id="more-796"></span></p>
<p>Sudah pasti akan muncul pro dan kontra perihal tulisan kontroversial dalam blog sebagai alat penarik pengunjung. Terserah anda termasuk kelompok yang pro atau yang kontra, blog dengan tulisan kontroversi dijamin akan dibanjiri pengunjung. Hal ini pernah saya alami sendiri. Ketika saya menulis <a href="http://wongkamfung.boogoor.com/the-magic-fingers.html" target="_blank"><strong>The</strong><strong>Magic Fingers</strong></a> , dalam waktu singkat artikel itu didatangi ratusan pengunjung dan ada puluhan komentar yang masuk. Dalam waktu dua hari statistik untuk artikel <a href="http://wongkamfung.boogoor.com/the-magic-fingers.html" target="_blank"><em>The Magic Fingers</em></a> menunjukkan angka 1000 lebih jumlah pengunjung. Untuk blog yang umurnya masih dalam hitungan hari, besarnya angka itu tentu saja cukup fantasis. Meskipun jika anda lihat tulisan yang saya buat di blog ini sejak Januari 2006, sebenarnya tulisan-tulisan itu hasil impor dari blog saya yang lain. Membludaknya pengunjung dan komentar tentu di luar dugaan saya. Tanpa saya sadari ternyata saya telah membuat sebuah tulisan kontroversial. Saat tulisan berikutnya, <a href="http://wongkamfung.boogoor.com/the-magic-fingers-next-episode.html" target="_blank"><strong>The Magic Fingers: Next Episode</strong></a>, yang masih ada kaitannya dengan artikel sebelumnya saya posting, puluhan pengunjung segera berdatangan. Tulisan kedua itu masih kena imbas dari tulisan pertama yang kontroversial.</p>
<p>Anda berpikir saya senang dengan kunjungan melimpah seperti ini? Sayangnya saya tidak nyaman dan senang dengan hadirnya banyak pengunjung dan komentar. Hingga pada akhirnya kedua tulisan itu saya tutup demi kenyamanan semua pihak. Jika anda mengklik link kedua artikel di atas, anda masih dapat menemukan halaman yang memuatnya tetapi hanya berisi judul dan sedikit keterangan. Sebenarnya saya sendiri tidak masalah bila tulisan saya menjadi sebuah kontroversi. Namun untuk <a href="http://wongkamfung.boogoor.com/the-magic-fingers.html" target="_blank"><em>The Magic  Fingers</em></a>, ada pertimbangan lain yang membuat saya yakin untuk segera menghentikan kedatangan pengunjung maupun komentar yang masuk. Akhirnya saya melihat bahwa, dalam kasus ini, jumlah pengunjung sudah tidak penting lagi.</p>
<p>Anda yang belum baca <em>The Magic Fingers</em> mungkin ingin tahu seperti apa sih isinya sampai bisa menjadi kontroversi. Agar tidak penasaran, anda bisa membaca <a href="http://lifestyle.kompasiana.com/group/hobi/2010/05/31/the-magic-fingers/" target="_blank"><em>The Magic Fingers</em> </a>yang saya taruh di <a href="http://lifestyle.kompasiana.com/group/hobi/2010/05/31/the-magic-fingers/" target="_blank">Kompasiana</a> yang tentu saja sudah tidak seperti aslinya. Bagian-bagian yang memicu perdebatan sudah saya edit kembali, 90% sisanya masih sesuai aslinya. Bila anda ingin memberi komentar, anda harus menjadi anggota blog sosial itu dulu. Dan perlu anda ketahui, Kompasiana adalah sarangnya jurnalis senior dan kaum cerdik pandai. Jadi jangan bertindak bodoh dengan berkomentar secara vulgar dan menggunakan kata-kata kotor atau tidak sopan.</p>
<p>Dari <span style="text-decoration: line-through">The Magic Fingers</span> saya mendapat sebuah pengalaman dan pelajaran tentang sebuah kontroversi. Saya sendiri sebenarnya tidak ada niat menjadikan tulisan itu sebagai kontroversi. Setelah diposting dan kemudian menghebohkan, saya menjadi tahu bahwa membuat tulisan kontroversial ternyata sangat mudah. Begitu juga dengan cara memanggil para pembaca agar mau datang ke blog kita. Saya tidak bermaksud menyombongkan diri. Hal itu wajar saja terjadi. Maksud saya, ketika kita tahu caranya, apapun akan menjadi mudah, sangat mudah malah. Orang yang menganggap sangat sulit atas suatu hal karena dia belum tahu caranya. Orang bilang belum ketemu kuncinya. Dalam kasus-kasus tertentu seringkali tidak cukup hanya sekedar tahu caranya tetapi juga dibutuhkan ketekunan berlatih. Coba saja anda amati diri anda sendiri. Kira-kira apa yang sampai saat ini anda merasa belum atau tidak bisa. Jika anda mau mencoba dan berusaha, saya jamin anda pasti&#8230; BISA. Ah, seperti iklan saja.</p>
<p>Kemarin saya membaca sebuah blog keroyokan alias blog komunitas. Ada salah satu anggotanya yang diserang habis-habisan oleh anggota-anggota yang lain. Karena merasa sudah tidak diterima dan tidak tahan lagi, dia kemudian memutuskan keluar dari keanggotaan. Meskipun ada anggota-anggota lain yang menahan dan menyayangkan niatnya mengundurkan diri, dia tetap kukuh pada pendiriannya. Ingin tahu penyebab dia diserang habis-habisan? Karena tulisan kontroversial yang dia buat! Seperti itulah efek dari tulisan kontroversial. Akan ada yang menghujat, juga akan muncul orang-orang yang setuju atau membela si penulis. Namun jika yang menghujat cuma satu orang sedangkan pembaca lain pada setuju dengan ide penulis atau bersikap netral, tulisan itu artinya tidak kontroversial. Satu orang yang menghujat itu barangkali merasa tersinggung atau sekedar ingin unjuk gigi agar diperhatikan. Bila anda memutuskan berani menghadapi penyerang anda, berarti tidak ada masalah jika anda menulis kontroversi dalam blog anda. Namun bila anda termasuk <a href="http://wongkamfung.boogoor.com/orang-orang-sensitif.html" target="_blank"><em>orang-orang sensitif </em></a>yang gampang terluka, tersinggung, dan sakit hati, anda akan menyengsarakan diri sendiri jika nekat membuat tulisan kontroversial untuk blog anda.</p>
<p>Seorang teman bercerita pernah dihujat habis-habisan karena sebuah tulisannya yang menjadi kontroversi seperti pada kasus <a href="http://wongkamfung.boogoor.com/the-magic-fingers.html" target="_blank"><strong>The Magic Fingers</strong></a>. Sebagai akibatnya, dia berhari-hari tidak dapat tidur nyenyak dan selalu kepikiran hingga akhirnya dia buang tulisan itu. Ada juga teman lain yang mengalami kejadian serupa hingga dia berniat bukan hanya menghapus tulisan tetapi menutup blognya karena beban stres yang terlalu berat buat dia.</p>
<p>Belajar dari pengalaman teman-teman tersebut dan juga saya sendiri, apakah anda masih ada keinginan untuk membuat tulisan kontroversial? Trafik yang meroket bagi blog kita memang sebuah iming-iming yang menggiurkan. Namun demikian, bagaimanapun juga, di antara pengunjung itu akan terselip orang-orang yang potensial menjadi musuh. Kata-kata bijak mengajarkan satu musuh sudah terlalu banyak. Ketika tulisan yang kita buat justru mendatangkan musuh, bahkan bukan hanya satu, maka berapapun tingginya trafik pengunjung, hal itu tetap tidak sepadan. Oleh karena itu, saya mohon maaf bila kemudian saya membatalkan untuk menulis cara membuat artikel kontroversial.</p>
<p>Blog yang memiliki trafik tinggi memang bisa mendatangkan uang. Itu artinya kita sudah berhasil <a href="//wongkamfung.boogoor.com/pelatihan-monetizing-blog-seo.html" target="_blank">memonetisasi blog</a> kita. Tetapi barangkali kita lupa bahwa <strong>uang hanya bisa membeli teman, bukan pertemanan</strong>.  Kata-kata sarat makna dari Confucius ini mudah-mudahan bisa menjadi bahan renungan kita: ”Have no friends not equal to yourself.”</p>
<p><em><span style="text-decoration: underline">Sumber gambar:</span></em> <a href="http://www.clipartof.com/details/clipart/22052.html" target="_blank">di sini</a></p>
<p>Salam,<br />
<a href="http://wongkamfung.boogoor.com" target="_blank">WKF</a> yang ada di <a href="http://wongkamfung.boogoor.com" target="_blank">wongkamfung.boogoor.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogor.org/2010/06/17/cara-membuat-tulisan-kontroversial-untuk-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blogwalking Bukan Sekedar Pertamax</title>
		<link>http://blogor.org/2010/04/10/blogwalking-bukan-sekedar-pertamax/</link>
		<comments>http://blogor.org/2010/04/10/blogwalking-bukan-sekedar-pertamax/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2010 06:03:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MT</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[blogwalking]]></category>
		<category><![CDATA[brainstorming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogor.org/?p=745</guid>
		<description><![CDATA[Kegiatan blogger selain menulis adalah blogwalking. Dari situlah kita bisa menemukan beragam pemikiran atas topik yang sama. Misalnya saja tentang isu pajak. Setiap blogger punya keragaman sikap, setelah kasus makelar pajak menjadi konsumsi publik. Ada blogger yang tetap setia membayar pajak, dan tidak sedikit pula yang menjadi enggan membayar dengan alasan tidak mempercayai para petugas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blogor.org/wp-content/uploads/blogwalking2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-749" src="http://blogor.org/wp-content/uploads/blogwalking2-300x168.jpg" alt="" width="300" height="168" /></a>Kegiatan blogger selain menulis adalah blogwalking. Dari situlah kita bisa  menemukan beragam pemikiran atas topik yang sama. Misalnya saja tentang isu  pajak. Setiap blogger punya keragaman sikap, setelah kasus makelar pajak menjadi  konsumsi publik. Ada blogger yang tetap setia membayar pajak, dan tidak sedikit  pula yang menjadi enggan membayar dengan alasan tidak mempercayai para petugas  pajak.</p>
<p>Sebagai blogger, blogwalking menjadi cara yang mudah untuk menguji pemikiran  kita berhadapan dengan keragaman pemikiran blogger lain yang tak sejalan. Tidak  jarang, diskusi yang terbuka pada kolom komentar dapat mengubah pandangan yang  tadinya merasa paling benar, menjadi lebih toleran untuk menerima perbedaan.  Boleh jadi setiap blogger mengalami pengalaman seperti ini. Salah seorang teman  yang awalnya selalu membela sebuah lembaga pemerintah, akhirnya mau menyadari  bahwa tidak ada lembaga pemerintah yang “lurus” dalam menjalankan tugasnya. Ia  menyadari setelah membaca berbagai blog, yang mengungkap oknum lembaga  pemerintahan yang melakukan kejahatan publik. Begitupun dengan fanatisme  kepartaian. Awalnya temanku membela habis-habisan salah satu partai. Namun  karena ia mau berdiskusi dalam sebuah artikel blog, akhirnya ia menyadari bahwa  loyalitas terhadap partai bukan berarti harus menutupi perilaku negatif anggota  partainya. Kedewasaanpun terbentuk. Ia tetap setia terhadap visi partainya,  namun menjadi lebih kritis untuk membersihkan partainya dari perilaku negatif  segelintir anggotanya. Perubahan sikap dan proses pendewasaan pemikiran,  ternyata bisa saja terbentuk dari kegiatan sederhana, seperti blogwalking.</p>
<p>Melihat efeknya yang positif, blogwalking menjadi penting untuk dibudayakan.  Ternyata blogwalking bukan sekedar berisi haha-hihi, sekedar menyapa, atau  sekedar menorehkan “pertamax” sebagai prestasi sendiri. Apalagi jika sekedar  menuliskan pertamax, tanpa memberikan komentar apapun terkait dengan artikel  yang dipublikasikan oleh pemilik blog.</p>
<p>Blogwalking juga bisa dimanfaatkan sebagai cara untuk berpromosi. Namun  sebisa mungkin, jika kita ingin berpromosi, lihat dulu promosi yang akan kita  tulis pada kolom komentar, ada kaitannya dengan artikel. Jika menurut ukuran  publik, ada keterkaitan, silakan berpromosi. Namun jika tidak ada kaitan sama  sekali, perilaku blogwalking seperti itu hanya akan memancing cemooh bagi sang  penoreh iklan. Misalnya saja dalam sebuah artikel tentang terorisme, ada  blogger yang berkomentar dengan isi menawarkan sebuah produk kecantikan wanita.  Tentu tak ada kaitan sedikitpun. Jadi etika promosipun mesti dijaga. Kurang elok  jika kita pasang iklan makanan burung perkutut pada kolom iklan otomotif. ya  kan? <img src='http://blogor.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Meskipun berbeda dengan forum-site, kolom komentar bisa kita manfaatkan untuk  saling berbalas sapa, klarifikasi, maupun brainstorming. Tidak sedikit juga yang  menjadikan kolom komentar sebagai ajang caci-maki. Itulah bebasnya dunia blog,  meskipun yang seperti ini lebih baik dikurangi saja. Perdebatan yang panas dan  seru akan menjadi indah tanpa disertai caci-maki.</p>
<p>Sudah ah, yuk kita blogwalking dulu… <img src='http://blogor.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogor.org/2010/04/10/blogwalking-bukan-sekedar-pertamax/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Kesenangan Blogger Sosial</title>
		<link>http://blogor.org/2010/04/03/tiga-kesenangan-blogger-sosial/</link>
		<comments>http://blogor.org/2010/04/03/tiga-kesenangan-blogger-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 01:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>achoey</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogor.org/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[Ehm, sulit memang mencari kata untuk mewakili maksud saya. Blogger Sosial yang saya maksud adalah seseorang yang memanfaatan blog tak hanya sebagai ajang untuk melampiaskan hobi menulisnya tapi juga sebagai sarana menjalin persahabatan. Blogger semacam ini tumbuh subur di Indonesia. Hal ini yang membuat karakter blogger Indonesia berbeda dengan karakter blogger di negara-negara maju semacam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://blogor.org/wp-content/uploads/kaos-blogor21.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-740" title="kaos-blogor" src="http://blogor.org/wp-content/uploads/kaos-blogor21-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Ehm, sulit memang mencari kata untuk mewakili maksud saya. Blogger Sosial yang saya maksud adalah seseorang yang memanfaatan blog tak hanya sebagai ajang untuk melampiaskan hobi menulisnya tapi juga sebagai sarana menjalin persahabatan. Blogger semacam ini tumbuh subur di Indonesia. Hal ini yang membuat karakter blogger Indonesia berbeda dengan karakter blogger di negara-negara maju semacam di Amerika. Blogger di Indonesia lebih terbuka dan bersahabat, ya terutama yang masuk kategori Blogger Sosial ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan pengamatan sederhana yang saya lakukan terhadap para Blogger Sosial, ada 3 hal yang sangat mereka sukai dan mereka anggap penting. Tiga hal itu yakni:<br />
1. Posting<br />
2. Blogwalking<br />
3. Kopdar</p>
<p style="text-align: justify;">Posting maksudnya adalah menulis dan mempublish tulisan di blog. Bahagia hati mereka jikalau mereka telah mengupdate tulisannya. Dan akan gelisah hati mereka jikalau mereka lama tak sempat meng-update blognya. Kerinduan untuk meng-update tulisan nyaris seperti kerinduan untuk bertemu dengan kekasih (wah yang ini mungkin lebay). Blogger Sosial selalu berusaha menyempatkan diri memposting disela-sela kesibukan aktifitasnya. Blogger Sosial biasanya berusaha posting tiap hari atau dua hari sekali. Dan saat mereka sibuk-sibuknya, mereka akan tetap menyempatkan memposting paling tidak seminggu sekali. Kecuali memang benar-benar ada hal-hal yang membuat mereka sulit berinternet ria.</p>
<p style="text-align: justify;">Blogwalking maksudnya adalah jalan-jalan ke blog orang lain. Tujuan mereka sebenarnya adalah untuk mengapresiasi tulisan para blogger lainnya. Jelas disamping itu bertambah pula wawasan karena terbiasa membaca tulisan blogger lain. Dari blogwalking ini muncullah keeratan persahabatan. Saling mengomentari tulisan masing-masing yang berbuntut pada perwujudan rasa persahabatan. Dengan blogwalking eksistensi blogger di dunia perbloggeran ini menjadi semakin ketara. Maka wajar jikalau para Blogger Sosial ini sedikit tak enak hati apabila belum sempat blogwalking ke sesama blogger.</p>
<p style="text-align: justify;">Kopdar alias kopi darat. Adalah suatu upaya mempertemukan diri di dunia nyata setelah jalinan persahabatan tumbuh di dunia maya. Meski belum bertemu rasanya sudah saling mengenal saja, apalagi kalau sudah bersua, rasa persahabatan ini akan semakin terasa. Tak heran jikalau blogger saat kopi darat seolah sudah sangat bersahabat dekat. Kopi darat benar-benar menjadi hal yang memikat hati para blogger. Saat kopdar mereka akan sangat bahagia, seolah bersua dengan sahabat yang lama tak bertatap muka. Nah dari kegiatan kopdar inilah biasanya terwujud pengimplementasian komunitas blogger.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu pun dengan Komunitas Blogger Bogor, jikalau kita mau menengok sejarah asal mula BLOGOR berdiri tentu tidak lepas dari tiga hal di atas. Mereka yang memprakarsai berdirinya BLOGOR adalah mereka yang di awal tahun 2008 itu dikenal kalangan blogger sebagai blogger yang rajin update postingan dan rajin blogwalking, kalangan blogger menganggap mereka seleblog dari Bogor. Lantas karena rajin blogwalking, mereka pun bersahabat. Komunikasi diintensifkan melalui chating dan disepakatilah untuk kopdar. Ada dua kopdar sebelum benar-benar BLOGOR diresmikan di Plaza Telkom Bogor pada tgl 24 Agustus 2008.</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah sahabat, mengingat uraian di atas, saya selaku salah satu pengurus BLOGOR ingin rasanya mengajak barudak bloggor mencoba untuk menyenangi ketiga hal di atas. Meski saya tahu kebanyakan telah merasakannya. Rajin posting, rajin blogwalking dan akhirnya melepas rindu di kopdar. Kita sempat disuguhi hasil analisis <a href="http://ronawajah.wordpress.com" target="_blank">Pak Sjafri</a> tentang tingkat update blog barudak BLOGOR yang sedemikian hasilnya, maka semoga kita semakin termotivasi untuk semangat ngeblog. Begitu pun dengan blogwalking, <a href="http://cucuharis.wordpress.com/" target="_blank">saya</a> sempat ngobrol dengan <a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/" target="_blank">MT</a>, <a href="http://asepsaiba.wordpress.com/" target="_blank">Asep</a>, <a href="http://www.unggulcenter.org" target="_blank">Unggul</a> dan <a href="http://padmanegara.wordpress.com/" target="_blank">Pandu</a> tentang tidak biasanya barudak BLOGOR blogwalking ke blog komunitas (blogor.org) dan ke blog sesama anggota komunitas. Untuk blogwalking, kita bisa mencontoh Kang Asep yang sangat rajin blogwalking dan dikenal luas di kalangan blogger. Kalau soal kopdar jangan ditanya, bisa jadi BLOGOR adalah komunitas dengan kopdar tersering. Hal ini patut diacungi jempol <img src='http://blogor.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah, dalam rangka saling memotivasi agar tumbuh ketiga kesenangan di atas, maka setelah Lomba Postingan Tematik mengenai &#8220;Strategi Update Blog&#8221; sekarang kita adakan lomba &#8220;Indahnya Blogwalking&#8221;. Seperti biasa ada 10 cendera mata bagi 10 postingan terpilih. Hadiah ada di pupuhu kita, <a href="http://ontohod.wordpress.com" target="_blank">Kang Alif </a>(ya kalau gak di beliau mungkin di calon istrinya, hehe). URL postingan silakan tuliskan di tret milis BLOGOR dengan judul yang sama.</p>
<p>Salam BLOGOR<br />
Berbagi Bersama Luar Biasa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogor.org/2010/04/03/tiga-kesenangan-blogger-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penulis Hebat</title>
		<link>http://blogor.org/2010/02/16/penulis-hebat/</link>
		<comments>http://blogor.org/2010/02/16/penulis-hebat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 12:30:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>achoey</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[pengarang]]></category>
		<category><![CDATA[sejati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogor.org/?p=700</guid>
		<description><![CDATA[Seorang gadis bermimpi untuk menikah dengan seorang penulis. Dia umumkan itu di milis BLOGOR, karena menurutnya, komunitas tersebut memiliki anggota yang merupakan penulis-penulis hebat. Lalu, ada tiga barudak BLOGOR yang tertarik dengan sang gadis. Sang gadis bertanya pada lelaki pertama, &#8220;apa yang membuat engkau layak disebut penulis?&#8221; Lelaki tersebut menjawab, &#8220;aku pandai membuat tulisan ilmiah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://blogor.org/wp-content/uploads/kaos-blogor2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-701" title="kaos-blogor" src="http://blogor.org/wp-content/uploads/kaos-blogor2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Seorang gadis bermimpi untuk menikah dengan seorang penulis. Dia umumkan itu di milis BLOGOR, karena menurutnya, komunitas tersebut memiliki anggota yang merupakan penulis-penulis hebat. Lalu, ada tiga barudak BLOGOR yang tertarik dengan sang gadis.</p>
<p style="text-align: justify;">Sang gadis bertanya pada lelaki pertama, &#8220;apa yang membuat engkau layak disebut penulis?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Lelaki tersebut menjawab, &#8220;aku pandai membuat tulisan ilmiah, dan tulisan-tulisanku itu telah diterbitkan dalam beberapa buku dan sebagian besar diantaranya adalah best seller.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sang gadis manggut-manggut, lalu mengalihkan pandangannya ke lelaki yang kedua dan bertanya, &#8220;kalau engkau?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Lelaki kedua menjawab, &#8220;aku lihai menulis fiksi, lalu tulisan-tulisanku itu kupublish di blog, dan banyak dikomentari bahkan di copas oleh banyak orang.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali sang gadis manggut-manggut. Kini tatapannya mengarah pada lelaki yang sedari tadi tertunduk. Sang gadis pun kemudia bertanya padanya, &#8220;baiklah duhai pemuda, kini giliranmu menjelaskan padaku!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Lelaki ketiga menjawab, &#8220;aku hanya mampu menuliskan kesalahan-kesalahan yang telah aku perbuat, lalu aku berusaha untuk tidak mengulanginya kembali. Setelah itu, aku catat di dalam buku kehidupan, sebagai hikmah dan pelajaran bagi para mahasiswa kehidupan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sang gadis tersenyum dan dia pun telah mampu menjatuhkan pilihan.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">=======================<br />Sahabat, menulis itu indah, terlebih menulis membuah hikmah. Jadi, tuliskan dengan sepenuh hati, karena hati hanya bisa digetarkan dengan hati.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogor.org/2010/02/16/penulis-hebat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RM Tirto Adhi Soerjo</title>
		<link>http://blogor.org/2010/01/25/rm-tirto-adhi-soerjo/</link>
		<comments>http://blogor.org/2010/01/25/rm-tirto-adhi-soerjo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 08:49:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wkf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogor.org/?p=680</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya mendapat bingkisan yang sangat luar biasa. Begitu luar biasanya sehingga saya bahkan menyebutnya harta karun. Mengapa? Karena yang diberikan itu adalah dokumen-dokumen tentang RM Tirto Adhi Soerjo (TAS) dan yang memberi adalah keturunannya langsung. Siapa itu TAS? Tahukah anda jika TAS itu pahlawan nasional yang rumahnya ada di Tanah Sareal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-681" src="http://blogor.org/wp-content/uploads/tas-rm-tas1.jpg" alt="tas-rm-tas" width="104" height="152" />Beberapa waktu yang lalu saya mendapat bingkisan yang sangat luar biasa. Begitu luar biasanya sehingga saya bahkan menyebutnya harta karun. Mengapa? Karena yang diberikan itu adalah dokumen-dokumen tentang RM Tirto Adhi Soerjo (TAS) dan yang memberi adalah keturunannya langsung. Siapa itu TAS? Tahukah anda jika TAS itu pahlawan nasional yang rumahnya ada di Tanah Sareal dan jasadnya dimakamkan di Blender?</p>
<p><span id="more-680"></span>TAS adalah pejuang sejati, pembela rakyat kecil, dan juga pendukung emansipasi wanita. Jangkauannya tidak hanya bersifat lokal tapi tersebar di berbagai belahan nusantara. Pihak Belanda waktu itupun segan terhadapnya. Melalui koran pertama berbahasa Melayu yang dia terbitkan, dia menyebarkan ide-idenya. TAS adalah pendiri koran pertama Indonesia, <a href="http://kampungantenan.blogspot.com/2008/08/medan-priyayi.html"><em><span style="text-decoration: underline">Medan Prijaji</span></em></a>. Dia mendapat anugerah semasa Orde Baru di tahun 1973 sebagai Perintis Pers Indonesia. Di masa pemerintahan SBY sekarang ini, selain gelar pahlawan nasional, TAS juga memperoleh tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana yang diserahkan kepada keluarganya pada 3 November 2006.</p>
<p>RM Tirto Adhi Soerjo yang nama kecilnya Djokomono adalah anak kesembilan dari 11 bersaudara. Dia lahir di Blora tahun 1875. Ayahnya seorang pegawai kantor pajak pada masa pemerintah Hindia Belanda bernama Raden Ngabehi Tirtodhipoero. Setelah orangtuanya meninggal, TAS kemudian ikut neneknya Raden Ayu Tirtonoto. Dari neneknya inilah TAS diajarkan untuk menjadi manusia yang mandiri. Didikan neneknya telah menumbuhkan jiwa <em>entrepreneur</em> dalam diri TAS.</p>
<p>Menyoroti tahun kelahiran TAS, sayangnya, saya menemukan adanya perbedaan dalam artikel dan berita di media, majalah, maupun buku. Banyak yang menyebutkan tahun kelahiran TAS 1880. Padahal dalam buku yang ditulis anak sulung TAS, RM Priatman, yang berjudul <em>Perdjoangan Indonesia dalam Sedjarah</em>, cetakan kedua, diterbitkan oleh Badan Penerbit Patani, Bogor tahun 1950, di situ disebutkan TAS lahir 1875. Saya rasa perbedaan itu terjadi karena sumber yang digunakan sama yaitu buku biografi RM Tirto Adhi Soerjo tulisan Pramoedya Ananta Toer berjudul <em>Sang Pemula</em>. Dalam buku itu dituliskan tahun kelahiran TAS adalah 1880.</p>
<p>1880 yang dinyatakan sebagai tahun kelahiran TAS saya temukan dalam:</p>
<ol>
<li>artikel      di Kompas, 1 Januari 2000, tulisan Th Sumartana,</li>
<li>opini di      Pikiran Rakyat, 27 April 2006, tulisan Prof. DR. Nina Herlina Lubis, M.S.,      Guru Besar Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Unpad,</li>
<li>reportase di Pikiran Rakyat 28 April 2006,</li>
<li>artikel      di Pikiran Rakyat, 9 November 2006, tulisan Prof DR. Nina Herlina Lubis,      M.S.,</li>
<li>reportase di Pos Kota, 16 November 2006,</li>
<li>majalah      I:BOEKOE! Edisi 1907-2007 Seabad Pers Kebangsaan, tahun 2007, halaman 14.</li>
</ol>
<p>Penyebutan tahun kelahiran TAS yang lain lagi yaitu 1878 saya temukan dalam buku berjudul <em>Sejarah</em> <em>Awal Pers dan Kebangkitan Kesadaran Keindonesiaan</em> karangan Ahmat Adam, Guru Besar di Universitas Malaysia Sabah. Entah dokumen mana yang digunakan oleh pak Guru Besar ini.</p>
<p>Nomor 1, 2, 4, 5, dan 6 juga menyebutkan tahun kematian TAS yang berbeda dengan yang ditulis oleh RM Priatman. Lima tulisan di atas menyatakan tahun kematian TAS 1918 sedangkan RM Priatman dalam bukunya menyebutkan 1917.</p>
<p>Bila saya disuruh memilih, sudah pasti saya akan memilih dan lebih percaya yang berasal dari keturunan TAS langsung. Bagaimana dengan anda? Biar anda tidak penasaran, berikut saya nukilkan tulisan yang berbentuk puisi yang dibuat oleh RM Priatman tentang romonya, RM Tirto Adhi Soerjo, dalam buku <em>Perdjoangan Indonesia dalam Sedjarah</em> halaman 89.</p>
<p><strong>SIAPA PELOPOR DJURNALISTIK DI INDONESIA</strong></p>
<p><strong>1875 &#8211; 1917</strong></p>
<p>Raden Mas Tirtoadisoerjo</p>
<p>Nama ketjilnja Djokomono</p>
<p>Keturunan Tirtonoto</p>
<p>Bupati Bodjonegoro.</p>
<p>Peladjar S.T.O.V.I.A. di Djakarta</p>
<p>Penulis pembela Bangsa</p>
<p>Membasmi sifat pendjadjah Belanda</p>
<p>Dengan tulisan jang sangat tadjam penanja.</p>
<p>Membuka sedjarah Djurnalistiknja</p>
<p>“Medan Prijai” warta hariannja</p>
<p>Suluh keadilan dan Putri Hindia</p>
<p>Ada dalam pegangan Redaksinja.</p>
<p>Tiap perbuatan dari pendjadjah,</p>
<p>Jang akan membuat lemah,</p>
<p>Terhadap Nusa dan Bangsa kita,</p>
<p>Diserang dan dibasmi dengan sendjata penanja.</p>
<p>Akibat dari sangat tadjam sendjata penanja</p>
<p>Pendjadjah dengan kekuasaannja</p>
<p>Mendjatuhkan hukumannja</p>
<p>Marhum Tirtoadisoerjo diasingkan dari tempat kediamannja.</p>
<p>Lampung adalah tempat tudjuannja</p>
<p>Setibanja di pengasingan terus berdjuang</p>
<p>Tak ada tempo jang terluang</p>
<p>‘ntuk membela Nusa dan Bangsanja.</p>
<p>Pelopor Djurnalistik Indonesia</p>
<p>Tahun 1875 adalah tahun lahirnja</p>
<p>Pada tahun 1917 wafatnja</p>
<p>Mangga Dua di Djakarta beliau dimakamkannja.</p>
<p>Setelah neneknya meninggal, TAS pindah ke rumah saudara sepupunya di Madiun. Kemudian ke Rembang untuk tinggal bersama kakaknya RM Tirto Adi Koesoemo yang menjadi Jaksa Kepala di sana. TAS selanjutnya masuk sekolah kedokteran, STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen), di Batavia pada usia 14 tahun. Sayangnya pendidikan itu tidak dia rampungkan.</p>
<p>Walaupun pendidikannya di STOVIA berhenti, kepintaran TAS dalam jurnalisme terus berkembang. Sebelum menjalankan korannya sendiri, TAS sering mengirim tulisannya ke sejumlah surat kabar dalam bahasa Belanda dan Jawa. 17 April 1902, cerita bersambungnya yang berjudul <em>Pereboetan Seorang Gadis</em> dimuat pertama kali di <em>Pembrita Betawi</em>. Setelah itu, di bulan Mei 1902 TAS ditunjuk F Wiggers menjadi pemimpin redaksi <em>Pembrita Betawi</em> tetapi di tahun 1903 berhenti karena berbeda pendapat dengan Wiggers.</p>
<p>Masih di tahun 1903 setelah keluar dari <em>Pembrita Betawi</em>, TAS mendirikan koran sendiri <em>Soenda Berita</em> yang diterbitkan setiap hari Minggu bekerjasama dengan Bupati Cianjur RAA Prawiradiredja. Koran ini merupakan surat kabar pribumi pertama yang menggunakan bahasa Melayu yang dikelola dan didanai oleh pribumi. Sayangnya <em>Soenda Berita</em> hanya bertahan sampai 1906. Agar anda juga bisa menikmati seperti apa tulisan yang dibuat pada masa itu, berikut saya salinkan resep masakan favorit saya yang ternyata pada saat itu sudah ada meskipun sedikit berbeda namanya. Resep <em>Lembaran</em> (saya menyebutnya <em>Lembarang</em>) ini dimuat dalam <em>Soenda Berita</em> terbitan hari Minggu, 14 Februari 1904. Selamat menikmati masa nostalgik bersama RM Tirto Adhi Soerjo.</p>
<p><strong><em>LEMBARAN</em></strong></p>
<p><em>olih Raden Ajoe Poerodimedjo</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Ajam 1 dipotong-potong, abis dimasak sama aier klapa seprapat di bakar doeloe sabentar; bawang bakar 3 sindok makan, kemiri bakar 50, laos bakar 3 iris dan garem 2 sindok thee, ditjampoer abis ditoemboek aloes dan lantas di goreng sama minjak goerih 3 sindok makan, sampe mateng. Kaloek soedah, ajam tadi ditjaboeti toelangnja lantas daging dan boeljonnja ditjampoer sama boemboe tadi, abis di masak.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Kapan soeda masak sebentar ditambahi santen klapa setengah, sere 1 potong, daon djeroek poeroet 2 lembar dan blimbing asem (tjalintjing) belahan 4; abis di masak teroes, sampe boeket koewahnja.</em></p>
<p>Setelah <em>Soenda Berita</em>, TAS kemudian menerbitkan <em>Medan Prijaji</em> pada 1 Januari 1907. Pena TAS terkenal tajam. Tulisannya membuat takut para penguasa dan bangsawan yang korup. Di lain pihak TAS dan <em>Medan Prijaji</em>-nya menjadi tempat mencari keadilan bagi rakyat kecil. Karena tulisannya yang berani itulah TAS pernah dibuang sebanyak dua kali ke Teluk Betung Lampung (1910) dan Ambon (1913). Keberaniannya juga lah yang akhirnya mengakhiri <em>Medan Prijaji</em> pada 22 Agustus 1912. Disamping <em>Pembrita Betawi</em>, <em>Soenda</em> <em>Berita</em>, dan <em>Medan Prijaji</em>, sejumlah surat kabar lain yang pernah dikelola TAS adalah <em>Soeloeh Keadilan</em>, <em>Poetri Hindia</em>, dan <em>Sarotomo</em>.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-682" src="http://blogor.org/wp-content/uploads/tas-ra-siti-suhaerah.jpg" alt="tas-ra-siti-suhaerah" width="75" height="110" />TAS menikah pertama kali dengan putri bangsawan Cianjur bernama Raden Ayu Siti Suhaerah. Dari perkawinan itu lahirlah RM Priatman. Dalam perkawinan keduanya dengan RA Siti Habibah, TAS memiliki anak RA Julia dan RM Hasan. Setelah itu TAS menikah dengan Prinses Fatimah atau lebih dikenal dengan Prinses van Bacan yang dinikahi saat dia berada di Maluku.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-683" src="http://blogor.org/wp-content/uploads/tas-makam.jpg" alt="tas-makam" width="204" height="140" />Kesehatan TAS sering terganggu setelah kembali dari pembuangannya di Ambon. Pada 7 Desember 1917 TAS akhirnya meninggal. Dia awalnya dimakamkan di Mangga Dua Jakarta. Oleh keluarganya, jasadnya kemudian dipindahkan ke pemakaman Blender, Kebon Pedes, Bogor tahun 1973. Tanggal kematian itulah, 7 Desember, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pers Indonesia sebagai bentuk penghormatan kepada TAS, dan tahun berdirinya Medan Prijaji, 1907, dijadikan sebagai awal tahun pers kebangsaan. Dengan demikian, saat ini usia pers kebangsaan sudah mencapai 101 tahun. <em>Soedah tjoekoep toea boekan?</em></p>
<p><em>Catatan</em>:</p>
<p>Artikel ini pernah saya tulis di <a href="http://kampungantenan.blogspot.com/2008/09/rm-tirto-adhi-soerjo.html"><span style="text-decoration: underline">kampungantenan.blogspot.com</span></a> dan <a href="http://wongkamfung.wordpress.com/2010/01/25/rm-tirto-adhi-soerjo/">wongkamfung.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogor.org/2010/01/25/rm-tirto-adhi-soerjo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guru Kehidupan dari Blogor</title>
		<link>http://blogor.org/2010/01/18/guru-kehidupan-dari-blogor/</link>
		<comments>http://blogor.org/2010/01/18/guru-kehidupan-dari-blogor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 08:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MT</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Blogor]]></category>
		<category><![CDATA[guru kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[mataharitimoer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogor.org/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[Blogor adalah sebuah komunitas blogger yang di dalamnya banyak talenta muda. Salah satunya adalah dalam penulisan buku. Sebuah buku terbaru dari barudak blogor kali ini adalah GURU KEHIDUPAN, karya mataharitimoer. Sering kali kehidupan tak memberikan apa yang kita inginkan. Tetapi, tak jarang pula kehidupan memberikan apa yang tak kita minta. Satu waktu, begitu mudahnya apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-673" src="http://blogor.org/wp-content/uploads/guru-kehidupan-standing-banner-125x300.jpg" alt="guru kehidupan standing banner" width="125" height="300" />Blogor adalah sebuah komunitas blogger yang di dalamnya banyak talenta muda. Salah satunya adalah dalam penulisan buku. Sebuah buku terbaru dari barudak blogor kali ini adalah GURU KEHIDUPAN, karya mataharitimoer.</p>
<p>Sering kali kehidupan tak memberikan apa yang kita inginkan. Tetapi, tak jarang pula kehidupan memberikan apa yang tak kita minta. Satu waktu, begitu mudahnya apa yang kita panjatkan terkabulkan. Tapi di waktu yang lain, sulitnya tak tertanggungkan, meski kita sudah &#8220;membanting-banting tulang&#8221;.</p>
<p>Kehidupan yang kita jalani memang tak ubahnya seperti roda berputar ; kadang kita berada di atas, kadang berada di bawah. Setiap orang pasti mengalami situasi semacam ini ; ada yang bisa menjalani dan melewatinya dengan wajar dan bermartabat, tapi tak sedikit pula yang terpental dan melewatinya dengan cara yang &#8220;tidak wajar&#8221; karena memilih jalan pintas.</p>
<p>Buku GURU KEHIDUPAN berisi kisah orang-orang yang bisa keluar dari kepungan kesulitan hidup, dengan cara yang wajar dan terhormat. Siapakah mereka? Ah… kebanyakan dari mereka ternyata adalah orang-orang yang sehari-harinya dililit kesulitan. Ada tukang bajigur, pengamen, office boy, dan lainnya. Koq bisa, mereka bertahan dan hidup terhormat di tengah keterbatasan tersebut, padahal godaan untuk menempuh jalan pintas seringkali menghampiri.</p>
<p>Rahasia keberhasilan mereka menjadi sosok yang tegar dalam menghadapi kesulitan hidup inilah yang dikisahkan buku ini. Dari kisah mereka, kita bisa belajar tentang bagaimana bisa hidup kaya dan terhormat di tengah lilitan kekurangan ekonomi. Mereka patut diteladani meski cuma orang biasa. Karena mereka adalah guru yang sesungguhnya : <strong>Guru Kehidupan</strong></p>
<div style="overflow: hidden;width: 1px;height: 1px"><!--[if !mso]&gt; &lt;!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin;} p 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif]-->Sering kali kehidupan tak memberikan apa yang kita inginkan. Tetapi, tak jarang pula kehidupan memberikan apa yang tak kita minta. Satu waktu, begitu mudahnya apa yang kita panjatkan terkabulkan. Tapi di waktu yang lain, sulitnya tak tertanggungkan, meski kita sudah &#8220;membanting-banting tulang&#8221;.</p>
<p>Kehidupan yang kita jalani memang tak ubahnya seperti roda berputar ; kadang kita berada di atas, kadang berada di bawah. Setiap orang pasti mengalami situasi semacam ini ; ada yang bisa menjalani dan melewatinya dengan wajar dan bermartabat, tapi tak sedikit pula yang terpental dan melewatinya dengan cara yang &#8220;tidak wajar&#8221; karena memilih jalan pintas.</p>
<p><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/Users/mt/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.jpg" alt="coverbukuMT2.jpg" width="296" height="433" /><!--[endif]--></p>
<p>Buku GURU KEHIDUPAN berisi kisah orang-orang yang bisa keluar dari kepungan kesulitan hidup, dengan cara yang wajar dan terhormat. Siapakah mereka? Ah… kebanyakan dari mereka ternyata adalah orang-orang yang sehari-harinya dililit kesulitan. Ada tukang bajigur, pengamen, office boy, dan lainnya. Koq bisa, mereka bertahan dan hidup terhormat di tengah keterbatasan tersebut, padahal godaan untuk menempuh jalan pintas seringkali menghampiri.</p>
<p><span>Rahasia keberhasilan mereka menjadi sosok yang tegar dalam menghadapi kesulitan hidup inilah yang dikisahkan buku ini. Dari kisah mereka, kita bisa belajar tentang bagaimana bisa hidup kaya dan terhormat di tengah lilitan kekurangan ekonomi. Mereka patut diteladani meski cuma orang biasa. Karena mereka adalah guru yang sesungguhnya : <strong><span>Guru Kehidupan</span></strong></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogor.org/2010/01/18/guru-kehidupan-dari-blogor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TUPPERWARE: Sang Pencipta dan Si Tukang Pesta</title>
		<link>http://blogor.org/2009/11/04/tupperware-sang-pencipta-dan-si-tukang-pesta/</link>
		<comments>http://blogor.org/2009/11/04/tupperware-sang-pencipta-dan-si-tukang-pesta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 11:32:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lebahcerdas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[earl tupper]]></category>
		<category><![CDATA[tupperware]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogor.org/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[Earl Tupper lahir di Berlin, New Hampshire, dan dibesarkan dalam lingkungan yang membuatnya menjadi seorang entrepreneur secara alamiah. Pada umur 20 tahun, Earl Tupper mengambil kursus jarak jauh dalam bidang bisnis dan advertising. Tahun 1937, dia bekerja sebagai desainer di DuPont, yang membuatnya berinteraksi dengan dunia revolusi dalam bidang plastik. Sebagai desainer, Tupper bertanggung jawab [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Earl Tupper lahir di Berlin, New Hampshire, dan dibesarkan dalam lingkungan yang membuatnya menjadi seorang entrepreneur secara alamiah. Pada umur 20 tahun, Earl Tupper mengambil kursus jarak jauh dalam bidang bisnis dan advertising. Tahun 1937, dia bekerja sebagai desainer di DuPont, yang membuatnya berinteraksi dengan dunia revolusi dalam bidang plastik. Sebagai desainer, Tupper bertanggung jawab untuk menciptakan variasi produk, kebanyakan untuk wanita. Dengan semangat inovasinya, kedisiplinan diri dan kemampuan entrepreneurnya, tetap saja Earl Tupper tidak memiliki ’sentuhan wanita’. Wanita kebanyakan tidak menyukai produk rancangannya.</p>
<p><span id="more-570"></span></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-576" title="Tupperware_Earl_Tup_329601g" src="http://blogor.org/wp-content/uploads/Tupperware_Earl_Tup_329601g-300x200.jpg" alt="Tupperware_Earl_Tup_329601g" width="300" height="200" /></p>
<p>Tahun 1939, Tupper telah cukup belajar tentang plastik sehingga mendirikan perusahaannya sendiri, The Earl S. Tupper Company. Sebagai hasil dari eksperimen jangka panjangnya dengan bahan polyethylene selama Perang Dunia II, Tupper menemukan metode pemurnian produk sampingan dari proses refining minyak mencari naterial yang berdaya tahan, fleksibel, tidak berbau, tidak beracun dan ringan.</p>
<p>Tupper sangat tertarik dengan kekuatan dan daya tahan dari plastik, peralatan yang tidak diperoleh dari pastik yang kaku dan keras, yang biasa digunakan saat itu. Malahan, bagusnya lagi, plastik ini bisa diwarnai dan dicairkan sehingga bisa diubah menjadi berbagai bentuk. Tupper memberi nama bahan polyethylene itu: ”Poly-T: Material untuk Masa Depan” dan mulai bereksperimen, membuat aneka wadah plastik. Karena keunikan peralatannya, Poly-T bisa dibuat ke dalam berbagai bentuk dan Tupper menemukan bahwa dia bisa membuat penutup plastik yang sangat revolusioner dengan menciptakan segel kedap udara.</p>
<p>Tahun 1947, paten dari tutup ber-”segel Tupper” akhirnya keluar. Setelah menghabiskan 42 tahun pertamanya merancang perhiasan kecil yang tidak berharga, Earl Tupper akhirnya bisa menciptakan sesuatu yang bernilai dan dibutuhkan oleh banyak orang pasca perang di Amerika. Tupper pernah dijuluki sebagai Thomas Edison-nya dunia plastik. Alat tupperware pertama adalah wadah untuk kebutuhan dapur berwarna putih susu berukuran 7 ons, yang disebut ”bell tumbler” karena bentuknya yang unik.</p>
<p>Tupper mengiklankan wadah plastiknya dan menjelaskan bahwa tidak ada wadah yang seperti ini saat itu. Wadah plastiknya yang kedap udara memang dibutuhkan oleh ibu rumah tangga saat itu. Tahun 1947, House Beautiful memotret wadah-wadah di dapur Tupper Company dengan judul “Fine Art for 39 cents.” Dan mengomentari dengan kalimat, “Plastik…. Cara Terbaik untuk Hidup Riang.”</p>
<p>Tahun 1949, Tupper menciptakan kata Tupperware. Tapi Tupper belum bisa mencapat penjualan seperti yang dibayangkannya di awal. Banyak orang yang tidak mengerti manfaat dan nilai lebih dari produknya. Tupper tidak menjualnya dengan cara retail, di departmenen store. Tahun 1950, Tupper gagal memasuki pasar domestik.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-578" title="bus_kit" src="http://blogor.org/wp-content/uploads/bus_kit.jpg" alt="bus_kit" width="300" height="244" /></p>
<p>Walaupun Tupper sangat brilian dalam menciptakan peralatan dapur dari plastik, dia tidak memiliki sentuhan wanita dalam pemasarannya. Adalah Brownie Wise, seorang ibu tunggal paruh baya di Detroit yang tidak seperti orang-orang pada era pasca perang, mencari pendapatannya dengan melakukan penjualan mandiri, yang kemudian dikenal dengan nama direct selling (penjualan langsung). Wise menjadi penjual mandiri berbagai produk dari berbagai perusahaan. Wise bekerja sama dengan Stanley Home Products yang menjual—salah satunya—Tupperware.</p>
<p>Tahun 1948, Wise menciptakan ”Patio Parties” sebagai cara untuk menjual persediaan Tupperwarenya. Dia menambahkan produk lain, seperti lipstik dan sabun mandi sebagai hadiah dan menemukan bahwa wanita senang datang ke pesta-pestanya. Dia kemudian bisa menghasilkan $100 seminggu dalam penjualan Tupperware, dan mulai merekrut wanita lain untuk menjual Tupperware. Penjualannya untuk Tupperware adalah yang tertinggi di seluruh negeri dan Tupper menandai Wise sebagau seseorang yang bisa membawa Tupperware memperoleh kesuksesan dalam penjualan.</p>
<p>Tahun 1951, Tupper memanggil Wise dan belajar tentang Patio Parties. Wise, bisa meyakinkan Tupper bahwa walaupun dia tidak terdidik dari sekolah bisnis, tapi dia berhasil karena memahami karakter ibu rumah tangga dan konsumen biasa, dan penjualannya membuktikan hal itu. Karena berhasil diyakinkan, Tupper mengangkat Wise menjadi wakil presiden di perusahaannya yang bertanggung jawab dalam distribusi Tupperware dan membangun jaringan penjualan.</p>
<p>Tupper terus melakukan produksi dan inovasi dalam menghasilkan Tupperware, sementara Wise bertanggung jawab dalam public relation, promosi dan penjualan. Hasilnya luar biasa, bahkan banyak wanita tidak bekerja tetap karena bisa memperoleh pendapatan dengan menjual Tupperware. Rencana Brownie Wise adalah menciptakan armada wanita yang bekerja untuk dirinya sendiri, tidak digaji, yang bisa mengadakan Patio Parties di seluruh negara. Membagi wilayahnya berdasarkan teritori tertentu, Wise merekrut manajer regional, manajer cabang, manajer distrik sehingga penjualan Tupperware sangat luar biasa.</p>
<p>Oktober 1951, majalah Opportunity menampilkan iklan yang menarik, ”penghasilan cepat.. hanya dengan mendatangi pesta.” Tupperware mejnadi era baru dari gaya hidup ibu rumah tangga di Amerika!.. tidak perlu keterampilan khusus dan pengalaman menjual untuk memperoleh penghasilan dari Tupperware. Tupperware Parties menyebar ke seluruh Amerika dan kemudian berubah tidak hanya menjadi ajang penjualan Tupperware. Setiap pesta biasanya didatangi oleh 12 orang, dan penyelenggara biasanya bisa memperoleh penjualan senilai $500 seminggu.</p>
<p>Beberapa orang menggunakan Tupperware sebagai barter untuk ditukar dengan wadah lainnya, bahkan ditukar dengan jasa perawatan anak karena kesibukan. Ibu rumah tangga yang datang ke Tupperware Party biasanya tidak hanya membeli produk, tapi juga belajar menjual dan mendapatkan teman-teman baru dan bersosialisasi. Tupperware Parites menjadi fenomena budaya, karena Wise merancang cara penjualan yang membangun percaya diri dan menjalin sosialisasi antar ibu rumah tangga.</p>
<p>Tahun 1954, Tupperware memiliki jaringan 20,000 dealer, distribtor dan manajer. Brownie Wise menjadi wanita pertama yang menjadi cover di Business Week. Hari ini, ada sebuah Tupperware Party setiap 2.2 detik, dan penjualan Tupperware 85% berada di luar Amerika.</p>
<p>VALUE</p>
<p>Walaupun bisnis bisa menciptakan produk luar biasa, tapi seringkali konsumen tidak melihat keuntungannya. Ini biasa terjadi, ketika sebuah produk karena saking uniknya, sehingga orang tidak tahu harus berbuat apa dengan produk tersebut. Dalam kasus ini, menemukan pasar bukanlah hal yang mudah. Anda harus menemukan orang yang mengerti pasar dan produk itu bisa dijual sebagai sebuah kebutuhan pasar.</p>
<p>(Dari berbagai sumber, disarikan oleh Baban Sarbana)</p>
<p><a href="http://www.lebahcerdas.com">www.lebahcerdas.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogor.org/2009/11/04/tupperware-sang-pencipta-dan-si-tukang-pesta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Helmy Yahya dan Kampus</title>
		<link>http://blogor.org/2009/10/26/helmy-yahya-dan-kampus/</link>
		<comments>http://blogor.org/2009/10/26/helmy-yahya-dan-kampus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 05:14:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lebahcerdas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogor.org/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[Semuanya berawal dari Jazz Goes to Campuss di tahun 1980-an yang dibawa oleh Ireng Maulana ke STAN, saat itu masih di Purnawarman. Helmy Yahya menjadi panitia pelaksananya. Melihat kerja yang demikian rapi, baik dari persiapan, pelaksanaan maupun pelaporan, maka Ireng Maulana langsung menawarkan pekerjaan kepada Helmy Yahya. Helmy Yahya yang saat itu belum lulus langsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left; ">Semuanya berawal dari Jazz Goes to Campuss di tahun 1980-an yang dibawa oleh Ireng Maulana ke STAN, saat itu masih di Purnawarman. Helmy Yahya menjadi panitia pelaksananya. Melihat kerja yang demikian rapi, baik dari persiapan, pelaksanaan maupun pelaporan, maka Ireng Maulana langsung menawarkan pekerjaan kepada Helmy Yahya.</p>
<p style="text-align: left; ">Helmy Yahya yang saat itu belum lulus langsung menduduki jabatan sebagai Finance Manager di Ireng Maulana Management. Tentu saja diterima dengan senang hati. Jadilah Helmy Yahya sebagai salah satu manajer di jajaran Artist Management.<span id="more-526"></span></p>
<p style="text-align: left; "><img class="aligncenter size-full wp-image-527" title="helmi_yahya" src="http://blogor.org/wp-content/uploads/helmi_yahya.jpg" alt="helmi_yahya" width="150" height="196" /></p>
<p style="text-align: left; ">
<p style="text-align: left; ">Kebetulan, saat itu Ireng Maulana All Star adalah band pengiring tetap di acara Berpacu Dalam Melodi karya Ani Sumadi Production, yang dibawakan oleh Koes Hendratmo. Suatu saat, Ireng Maulana memperkenalkan Helmy Yahya kepada Ani Sumadi, yang kebetulan sedang mencari pembuat soal untuk kuis-kuisnya. Saat itu Ani Sumadi sudah dikenal sebagai Ratu Kuis Indonesia.</p>
<p style="text-align: left; ">Helmy Yahya langsung menerima tawaran bergabung dengan Ani Sumadi, mulai dari pembuat soal, sampai menjadi orang nomor 2 di Ani Sumadi Production. Itulah awal perkenalan Helmy Yahya dengan dunia entertainment. Diawali dengan seorang Ireng Maulana yang mengetahui dan menghargai kemampuan Helmy Yahya, mengenalkannya kepada Ani Sumadi, bekerja keras di Ani Sumadi Production dan memanfaatkan semua kesempatan untuk menguji kemampuannya, baik di belakang layar maupun akhirnya muncul dan maju ke depan layar.</p>
<p style="text-align: left; ">Setelah belajar selama 13 tahun, akhirnya bisa lepas dari bayang-bayang Ani Sumadi dan mendapat gelar tak resmi dari masyarakat sebagai Raja Kuis. Produktivitasnya malah melebihi Ani Sumadi si Ratu Kuis.</p>
<p style="text-align: left; ">Helmy Yahya menjadi seperti sekarang, tidak terlepas dari keberanian orang-orang professional kembali ke kampus, mengadakan acara-acara bagus ke kampus, dan siapa tahu bisa menemukan bakat-bakat besar yang butuh diberi kesempatan.</p>
<p style="text-align: left; ">Adhie MS giat dengan kampanye Orchestra Goes to Campuss, mungkin suatu saat nanti ada composer besar dari kegiatan itu.</p>
<p style="text-align: left; ">Ine Febrianti dengan film Beth-nya dulu, malah lebih senang menjajakan filmnya melalui diskusi-diskusi dari kampus ke kampus.</p>
<p style="text-align: left; ">Anak-anak kampus punya kemampuan, hanya butuh orang-orang professional yang mengetahui kemampuan mereka dan memberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya. Akan muncul sinergi yang produktif jika itu bisa dilakukan.</p>
<p style="text-align: left; ">
<p style="text-align: left; ">
<p style="text-align: left; ">
<p style="text-align: left; ">Baban Sarbana</p>
<p style="text-align: left; "><a href="http://lebahcerdas.com" target="_blank">lebahcerdas.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogor.org/2009/10/26/helmy-yahya-dan-kampus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
