Sabtu, 8 September 2018 pukul 09.00-12.00, Blogor menghadiri Kelas Gizi Food for Kids Indonesia dengan tema “Anak Ibu Milenial Butuh Gizi Maksimal.” Acara diadakan di Restoran Riung Gili-gili Jl. Pajajaran Bogor. Narasumber yang dihadirkan adalah Dr. Ir. Dwi Hastuti, MSc dan Annisa Rizkiriani S.Gz, M.Si.

Materi yang disampaikan sangat bermanfaat untuk para ibu yang setiap hari bertanggungjawab memberikan makanan untuk anak-anaknya. Tentunya para ibu menginginkan anaknya tumbuh dengan sehat dan cerdas, yang salah satu faktor pendukungnya berasal dari makanan bergizi.

Dr. Dwi memaparkan fenomena anak zaman sekarang yang kelebihan kalori di tubuh (obesitas) karena faktor sedentary, yaitu terlalu lama duduk menyaksikan televisi dan bermain game di ponsel sehingga memicu penyakit dan mempengaruhi pola makan.

Paparan iklan makanan di televisi membuat anak lebih suka mengonsumsi makanan yang kurang gizi, tapi tinggi lemak dan gula. Makanan-makanan itu adalah makanan cepat saji dan cemilan-cemilan yang sering diiklankan di televisi dan ditonton terus-menerus oleh anak-anak.

Oleh karena itu, ibu perlu bijak dalam memberikan gadget kepada anak. Yaitu dengan memberikan contoh dan teladan yang baik dalam penggunaan gadget dan menanamkan kontrol diri yang kuat kepada anak. Penggunaan gadget pada anak harus dibatasi dan dikontrol tentang mana yang boleh dan yang tidak. Jangan sampai penggunaan gadget mengganggu pola makan anak karena terlalu asyik memakai gadget.

Dr. Dwi memberikan tips tentang cara menanamkan nilai makanan kepada anak, sehingga anak mau mengonsumsi makanan yang bergizi. Preferensi akan makanan ini dapat diajarkan sejak dini, berikan penjelasan mengapa manusia membutuhkan makanan karena tubuh manusia seperti mesin yang perlu bahan bakar. Bentuk kebiasaan yang baik saat makan dan pujilah anak saat berhasil menghabiskan makanannya.

Ajak anak untuk memilih makanannya sendiri, tetapi sediakanlah makanan yang bergizi. Sehingga pilihannya hanya makanan bergizi. Biasakan makan bersama, karena anak-anak akan mencontoh orangtuanya. Jika melihat orangtuanya makan makanan bergizi, maka anak akan mengikuti. Jadi orangtua sudah tentu harus juga mengonsumsi makanan bergizi.

Saat makan bersama, lepaskanlah gadget orangtua. Fokus pada acara makan bersama. Tataplah mata anak-anak saat makan, sehingga mereka merasa diperhatikan oleh orangtua. Kenali perasaan anak sebelum dan sesudah makan, apakah dia menyukai makanannya. Jangan lupa untuk berdoa sebelum dan sesudah makan.

Annisa Rizkiriani memaparkan tentang Gen Alfa, yaitu anak dari ibu milenial (para ibu yang saat ini berusia 23-36 tahun). Anak-anak ini lahir di tahun 2010 ke atas. Gen Alfa akan menjadi generasi terdidik karena punya akses pendidikan lebih tinggi, akrab dengan teknologi, dan kehidupannya paling sejahtera karena zaman semakin maju.

Oleh karena itu, Gen Alfa membutuhkan Gizi Maksimal untuk membantu menghadapi persaingan dan tantangan di masa depan. Ibu harus memperhatikan 1000 hari pertama yaitu dari janin di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Pada saat itu terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat untuk mendukung seluruh proses pertumbuhan anak secara sempurna (periode emas). Kekurangan gizi pada masa ini tidak akan bisa diperbaiki di masa depan.

Setelah anak lahir, wajib berikan ASI Eksklusif selama 6 bulan. Di atas usia 6 bulan, tambah asupan dengan MPASI. Pemberian ASI dilanjutkan sampai usia 2 tahun.

Zat gizi diperlukan agar sistem tubuh manusia berjalan secara normal dan erat kaitannya dengan kesehatan optimal serta peningkatan kualitas hidup. Zat gizi hanya berasal dari makanan. Tubuh manusia tidak bisa memproduksinya sendiri.

Zat gizi itu terdiri atas Karbohidrat, Protein, Lemak, Vitamin dan Mineral, dan Air. Air juga sangat penting untuk tubuh agar tidak dehidrasi. Pemberian makan pada anak adalah dalam porsi kecil tapi sering. Yang harus diingat, semua zat gizi harus diberikan sesuai porsinya dan seimbang. Jadi ibu tidak hanya memberikan karbohidrat dan lemak, tapi protein, vitamin, dan mineralnya tidak.

Contohnya, hanya memberikan nasi dan daging, tapi tidak ada sayuran dan buahnya. Itu artinya tidak seimbang. Ada 7 cara agar kebutuhan gizi anak dapat tercukupi secara maksimal yaitu:

  1. Buat suasana yang menyenangkan saat makan.
  2. Tetapkan waktu makan untuk menciptakan kebiasaan makan. Misalnya, waktu makan hanya 30 menit. Sehingga anak tak berlama-lama memakan makanannya.
  3. Biasakan cuci tangan pakai sabun sebelum makan.
  4. Pilih alat makan yang disukai anak.
  5. Ajak anak menyiapkan makanannya sendiri.
  6. Biasakan makan bersama di meja makan
  7. Makan sesuai kebutuhan anak.
  8. Jika anak sulit makan buah dan sayur, kreasikan menu masakan yang mengandung buah dan sayur. Misalnya, membuat es krim dengan campuran sayuran yang diblender.

Anak kurus dan gemuk berkaitan dengan status gizi anak. Anak kurus berarti asupan energi lebih rendah dari kebutuhan sehingga pertumbuhan otak terhambat, pertumbuhan tinggi badan terhambat (stunting), lemah dan mudah sakit, serta sulit berkonsentrasi.

Sedangkan anak gemuk memiliki asupan energi lebih dari kebutuhan. Akibatnya menjadi lamban, kurang percaya diri, dan berisiko terkena penyakit degeneratif.

Ini tipsnya agar ibu dapat menyiapkan makanan yang bergizi dan seimbang sehingga anak tidak menjadi kurus atau gemuk. Yaitu:

  1. Luangkan waktu minimal seminggu 2 kali untuk menyiapkan makanan bergizi dan seimbang.
  2. Buat perencanaan menu untuk 3 hari ke depan.
  3. Belanja bahan sesuai perencanaan yaitu yang aman, segar, dan layak konsumsi.
  4. Cuci tangan, bahan makanan, dan alat masak sebelum digunakan.

Demikian kelas gizi kemarin yang disambut dengan antusiasme oleh para ibu. Kelas gizi berikutnya rencananya akan diadakan di Hotel Amaris Pajajaran Bogor tanggal 10 November 2018 dengan tema “Susu Mahal Susu Murah, Mana yang Terbaik.”

Jika ingin mengikuti kelas gizi berikutnya, dapatkan informasinya di instagram @kelasgizi dan @foodforkidsindonesia.

Tips Berikan Gizi Maksimal untuk Anak Ibu Milenial
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *