Kota Bogor juga disebut sebagai kota hujan, siapa yang nggak kenal..? Hampir sepanjang tahun hujan selalu turun di kota Bogor, walau tidak disemua tempat. Bahkan “musim kemarau” dalam setahun tidak lebih dari separuh hari dalam sebulan. Demikianlah kondisi kota Bogor yang bernasib sebagai tempat turunnya hujan. Lokasi yang merupakan pertengahan dari pantai dan gunung mengakibatkan hujan lebih banyak turun dibandingkan di tempat lainnya.

Tetapi sudahkah pernah kita melihat peta hujan di kota Bogor dan sekitarnya..? Peta hujan.., apakah itu..? Dalam keseharian kita sering melihat peta lokasi, baik itu lokasi tempat-tempat penting ataupun lokasi wisata. Kita bisa lihat di toko-toko buku ataupun di baliho besar yang ada di pusat keramaian. Peta seperti ini tentunya berguna bagi kita dalam mengetahui lokasi dari suatu yang kita cari. Apakah itu kanotr pemerintahan, bank, sekolah, ataupun lokasi wisata kuliner, misalnya.

Demikian juga dengan peta hujan. Dengan melihat peta hujan kita dapat mengetahui “sang hujan” sedang datang dimana. Apakah hujan datang dengan intensitas ringan atau gerimis, intensitas sedang yang dapat memaksa kita untuk bertahan di halte bis, atau berintensitas lebat yang akan membuat kita basah kuyup. Bagaimana kita bisa melihat peta hujan tersebut..? Bukankah hujan tidak menetap sebagaimana kantor pemerintah ataupun warung jualan tutut..?

Peta hujan dapat kita lihat melalui aplikasi di internet. Aplikasi ini dinamakan Sijampang yang mempunyai kepanjangan Sistem Informasi Hujan dan Genangan berbasis Keruangan. Sijampang didukung oleh dua komponen penting yaitu komponen peralatan deteksi cuaca, dan komponen informasi dari publik.

Pada komponen pertama, Sijampang dilengkapi dengan radar cuaca yang terpasang di Puspitek (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Radar ini beroperasi selama 24 jam dan selalu memperbarui datanya setiap enam menit. Cakupan wilayah yang dideteksi oleh radar di Puspitek ini mempunyai radius 105 km. Bogor, tentunya, berada dalam cakupan tersebut. Data yang direkam oleh radar cuaca ini (dikenal dengan nama Radar Harimau, Hydrometeorological ARray for Intraseasonal-variation Monsoon AUtomonitoring) kemudian diolah oleh NEOnet di BPPT Jakarta. Setelah didapat beberapa parameter kemudian ditampilkan dalam bentuk peta hujan terkini melalui internet.

Komponen kedua, yang tak kalah penting adalah informasi dari publik. Pelibatan publik disini adalah untuk memperkaya informasi yang ada sesuai dengan lokasi para pemberi informasi, atau dikenal dengan sebutan kontributor Sahabat Sijampang. Kontributor berasal dari masyarakat yang peduli dengan informasi cuaca, dan bersedia berbagi dengan yang lain. Cara keterlibatan adalah dengan mengirimkan informasi kondisi cuaca (cerah, berawan, hujan ringan, sedang, atau lebat) melalui perangkat HP-nya. Informasi bisa dikirimkan melalui SMS atau E-mail, dan mendukung berbagai jenis HP yang ada di masyarakat. Info yang dikirimkan akan otomatis masuk dalam peta daring Sijampang, tanpa perlu repot-repot lagi…

Gabungan dari kedua komponen ini adalah informasi mengenai kondisi cuaca setempat dan dapat diketahui oleh publik melalui petra hujan terkini dan juga melalui jejaring micro blogging twitter. Akun di twitter yang dapat di-follow oleh publik adalah @infohujan.

Informasi dari partisipasi publik (icon awan) dan informasi dari radar cuaca (luasan berwarna biru-kuning). Sumber: sijampang.wordpress.com

Demikianlah, dengan memanfaatkan aplikasi Sijampang tersebut maka kita bisa melihat peta hujan daerah Bogor, sekaligus dapat ikut serta memperkaya informasi yang ada. Saat ini keikutsertaan kontributor dapat berasal dari seluruh Indonesia.

Yuk kita menjadi kontributor informasi ini. Setidaknya kita bisa membuat peta hujan Bogor agar lebih informatif, kaya akan informasi hujan…

Mari kita membangun informasi, dari kita semua untuk kepentingan bersama..!

: )

Membuat Peta Hujan di Kota Hujan
Tagged on:                             

5 thoughts on “Membuat Peta Hujan di Kota Hujan

  • 27 February, 2012 at 12:59 am
    Permalink

    ayo kita jadi kontributor sijampang. aku senang menjadi bagian dari teknologi seperti ini

    Reply
    • 27 February, 2012 at 9:27 am
      Permalink

      Terimakasih kang MT atas partisipasinya sejak yang versi pertama dulu. Ada beberapa urang Blogor yang juga aktif di Sijampang.
      Ayo terus berbagi informasi.
      : )

      Reply
  • 28 February, 2012 at 3:38 pm
    Permalink

    itu hanya untuk jabodetabek ya??

    Reply
    • 28 February, 2012 at 4:02 pm
      Permalink

      Yoo, aplikasi Sijampang untuk seluruh wilayah Indonesia.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *