rss
6

Blogor di Gramedia IT Corner 2011

Setelah sukses bekerja sama dengan Radio Sipatahunan dalam program acara Saung Nyerat yang bisa anda nikmati setiap Minggu sore, Blogor kembali melakukan kegiatan edukasi bagi masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bareng dengan toko buku Gramedia Ekalokasari Bogor. Acara yang bertajuk Gramedia IT Corner 2001 tersebut akan berlangsung pukul 14.00 s/d 16.00 WIB di Minggu ketiga setiap bulan sepanjang tahun 2011 di gerai toko buku Gramedia Ekalokasari yang terletak di daerah Sukasari, Bogor.

Acara ini pertama kali diselenggarakan pada Januari dengan narasumber Chandra Iman yang sekaligus penggagas kegiatan ini. Dalam kesempatan dua jam tersebut Chandra mengulas bahasan menarik seputar cara mendapatkan uang di internet yang dia beri judul Easy Money from Internet. Tips trik dalam mencari uang secara online yang dia bagikan ke pengunjung di antaranya adalah:
– Sell Own Product
– Pay Per Click
– Ebay
– Sponsored Review
– Affiliate

Bulan kedua, Februari, topiknya adalah bagaimana mendapatkan pasangan melalui internet. Jejaring sosial Facebook yang dikenal oleh semua pengguna internet dijadikan contoh bagaimana saat ini mencari pasangan bisa dilakukan dengan lebih mudah. Blogorian (anggota Blogor) yang mengisi acara ini adalah Cucu Haris atau lebih dikenal dengan Achoey. Dalam kesempatan itu, Achoey mengisahkan bagaimana dia mendapatkan pasangan yang kemudian berlanjut ke pelaminan melalui Facebook. Testimoni dari Achoey ini kemudian dilengkapi oleh narasumber berikutnya yang berasal dari sebuah coaching consultant dalam bidang perjodohan. Maximum Man kalau tidak salah (mohon dikoreksi bila keliru).

Untuk bulan ini, yang merupakan acara ketiga dari Gramedia IT Corner, Mataharitimoer atau MT yang adalah Ketua Blogor mendapat giliran. Acara yang berlangsung 20 Maret 2011 minggu kemarin diisi oleh MT dengan topik yang menarik terutama bagi para blogger. Ternyata tulisan-tulisan yang dibuat para blogger dalam blognya masing-masing bisa diterbitkan menjadi sebuah buku. Misalnya novel Jihad Terlarang, buku karya pertama dari MT yang menjadi best seller ini awalnya berupa kumpulan tulisan dalam blog dia yang dijadikan ebook. Setiap pengunjung bisa mengunduh ebook tersebut secara gratis. Oleh seorang penerbit yang mengunjungi blognya, MT kemudian ditawari kerjasama untuk menerbitkan ebook tersebut dalam bentuk novel. Setelah terbit, novel yang berisi pengalaman pribadi penulisnya saat terlibat dalam jaringan teroris itu laku keras. Anda tidak akan gampang mendapatkan novel tersebut sekarang.

Selain bicara tentang kemungkinan membukukan tulisan yang ada dalam blog, MT juga menyampaikan alternatif dalam menerbitkan buku. Dikatakan olehnya bahwa ada tiga jalur dalam menerbitkan buku yaitu melalui penerbit konvensional semacam Gramedia, self publishing atau menerbitkan sendiri, dan digital publishing atau menerbitkan buku melalui jasa yang ditawarkan penerbit melalui internet seperti equalcore.net. Dari ketiga cara penerbitan tersebut, tentu saja ada segi positif-negatifnya. Namun yang pasti, bagi seorang blogger, adanya alternatif penerbitan tersebut bisa menjadi perangsang untuk tetap produktif menulis.

Salam,

WKF yang ada di wongkamfung.boogoor.com

About the Author

WKF (Wong Kam Fung) menulis di mana saja. Tempat ternyaman baginya untuk menulis ada di http://wongkamfung.com. Silakan berkunjung ke tempat nyamannya untuk tahu dia lebih banyak. ;-)

Comments (6)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. masfajar says:

    mantaps, terus berkarya dan berbagi

  2. mt says:

    Komunitas adalah keluarga yg mencerahkan dan menyenangkan.
    Thx WKF

  3. yosz says:

    BLOGOR mantap…kompak euuy

  4. achoey says:

    Sukses untuk BLOGOR
    Salam salut untuk sahabat semua

  5. Miftahgeek says:

    Kapan saya bisa memiliki kapabilitas kayak pembiacara2 di atas yak T.T

  6. chandra iman says:

    semoga blogor bisa semakin berkibar :) dan selalu mengabdi pada masyarakat (bogor khususnya)

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.

thomas davisthomas davis