rss
12

Google Ternyata Suka Miring. Hah?

Serius! Ini informasi yang saya dapatkan ketika sedang berburu ilmu Monetizing Blog & SEO beberapa waktu yang lalu. Saya tidak menyangka bahwa Google yang begitu besar memiliki tabiat seperti itu. Dan yang menambah keheranan saya, bukan hanya yang miring yang dia senangi tetapi juga yang gemuk dan yang hanya memakai selembar benang. Aahhh… terbengong-bengong saya dibuatnya. Bagaimana ini bisa terjadi dan apa alasan logisnya?


Ya, ini Google si mesin pencari yang kita kenal itu. Dia saat ini memang yang paling populer dan paling banyak pemakainya. Tapi apakah karena populer dan digandrungi banyak orang kemudian boleh seperti itu, hobi dengan yang miring, gemuk, dan hampir telanjang? Entahlah. Anda barangkali memiliki penilaian yang berbeda dengan saya. Yang pasti, sebelum saya lanjutkan tulisan ini, saya perlu klarifikasi dahulu atas segala kalimat yang saya buat di atas. Saya tidak terkejut bila anda terheran-heran dan menebak-nebak dengan apa yang saya maksud. ”Ini sebenarnya ngomongin apa sih?” Mungkin begitu pertanyaan yang ada di kepala anda.

Miring, gemuk, dan berpakaian selembar benang sebenarnya hanyalah perumpamaan untuk italic, bold, dan strikethrough. Google memang senang dengan kata yang dimiringkan, ditebalkan, dan/atau dicoret. Maksudnya, itulah yang akan dilihat oleh Google ketika mesin pencari itu sedang grepe-grepe (menggerayangi) blog kita. Kata-kata yang diperlakukan berbeda itu akan menarik dan dianggap sebagai kata kunci oleh Google. Jadi ketika kita mengetik kata kunci sebuah informasi yang kita inginkan di Google, dia akan mencari di dunia maya dan melihat apakah yang dimiringkan, ditebalkan, atau dicoret itu sama dengan kata kunci yang diketikkan si pengguna dirinya.

Memiringkan, menebalkan, dan mencoret kata dengan sebuah garis merupakan salah satu dari banyak cara mengoptimasi blog kita agar mudah dikenali Google. Cara lain misalnya adalah dengan menggunakan teknik yang disebut dengan teori laba-laba. Teori unik itu pernah saya tulis di blog ini dengan judul Teori Laba-laba, Cara Cepat Ditemukan Google. Bila anda belum membacanya silakan mengklik judul artikel tersebut. Jika anda sudah membacanya silakan diklik lagi, biar hafal. Siapa tahu besok ujian. ;-)

Perilaku ’menyimpang’ mesin pencari Google tersebut saat pertama kali saya ketahui dalam pelatihan Monetizing Blog & SEO dengan sukses membuat saya terheran-heran.  Chandra Iman sang tutor dahsyat dalam pelatihan tersebut menyatakan bahwa ilmu itu dia dapatkan dari gurunya, Riyeke Ustadiyanto atau Mas Keke yang beralamat di seokita.com. Yang membuat saya salut terhadap Google, meskipun dia suka yang miring, yang gemuk, dan yang hampir telanjang, dia tidak pernah dengan 32 atau 34 selebriti lokal maupun ’interlokal’. Jiah!

Sumber gambar: di sini

Salam,
WKF yang ada di wongkamfung.boogoor.com

About the Author

WKF (Wong Kam Fung) menulis di mana saja. Tempat ternyaman baginya untuk menulis ada di http://wongkamfung.com. Silakan berkunjung ke tempat nyamannya untuk tahu dia lebih banyak. ;-)

Comments (12)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. wongkamfung says:

    kang iman, dah nggak punya utang ya saya? janji saya unt menuliskan tautannya mas keke sudah saya buat di sini ;-)
    salam persahablogan

  2. ridwan says:

    itulah yang membuat google menarik

  3. deewahjoedi says:

    oow..ternyata begitu ya.hmm.menarik.
    Lanjutkan kang!
    Salam hangat

  4. Miftahgeek says:

    Wah, boleh neh info nya :)

  5. san says:

    oh gitu,,,baru tau saya..

    makasih infonya..

  6. ranggaw0636 says:

    Wah ternyata harus begitu ya biar bisa dapat perhatian lebih dari google, berarti nanti-nanti kalo ngepost harus agak dibanyakin yang miring tebal dan digarisnya :)

  7. doris says:

    Wah, boleh neh info nya

  8. High quality Distressed? Concern Your Babe in Educative Computer Games

  9. Mahardika says:

    mantap banget ni infonya kang, lumayan buat optimizing blog ane… :)

    Salam Blogor :D

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.

thomas davisthomas davis